Nasran Mone : Jangan Jadikan Pemberian Ponsel RT/RW Sebagai Beban

Diterbitkan oleh Adhie pada Senin, 25 September 2017 16:09 WIB dengan kategori Headline Makassar dan sudah 984 kali ditampilkan

MAKASSAR, -- Terkait janji Walikota Makassar untuk memberikan perangkat komunikasi berupa ponsel cerdas android kepada para ketua RW dan RT, merupakan satu niatan yang cukup baik dalam membantu para ketua RW dan RT memperlancara komunikasi dan informasi.

Namun janji Walikota tersebut bukan berarti akan menjadi beban pribadi, akan tapi hal itu menjadi beban pemerintah karena jabatan yang di emban.

Namun menurut Nasran Mone, selaku mantan anggota DPRD Makassar 3 periode kepada terkininews.com Senin (25/09/2017), beranggapan bahwa pengadaan Hp tersebut tentunya menggunakan, anggaran Apbd dan telah melalui mekanisme pembahasan dan pengesahan di Dprd.

Selanjutnya Pemkot sah membelanjakan anggaran tersebut dan juga melalui mekanisme dan tatacara administrasi yang sesuai permendagri, karna hp adalah belanja barang yang menggunakan Apbd, itu berarti terhitung barang inventaris Pemkot.

Dan aturannya setiap barang yang ingin di gunakan tentunya punya mekanisme aturan dan administrasi antara lain pemenuhan administrasi dalam permohonan pinjam pakai hp, jika ini terpenuhi maka di berikanlah hp tersebut ke pemohon pinjam pakai yang apabila terjadi kerusakan dan kehilangan tentu tanggung jawab si pemohon pinjam pakai, karna tidak di anggarkan perbaikan dan penggantian hp jika terjadi kerusakan ataupun kehilangan, mekanisme dan cara ini adalah hal normatif yang di lakukan pemerintah sesuai permendagri

Selain itu pula ada proses edukatifnya kepada para RW dan RT, jadi tidak penting untuk di salah artikan dan dijadikan bahan propokasi terhadap RW dan RT untuk menjadi resisten. Apalagi jika anggota dewan yang terhormat menyoroti hal ini, menurut Nasran Mone, harusnya mereka dapat memberikan pemahaman yang baik tentang regulasi penggunaan anggaran dan edukasi terhadap masyarakat terkhusus kepada para RW dan RT, jangan dijadikan bualan politik atau menumpangkan ketidak sukaan terhadap Walikota  pada masalah HP untuk RW dan RT. Tandasnya

"Saya kira itu hanya membuang energi jadilah wakil rakyat yang dapat memberi solusi pada setiap problem pemerintah dan masyarakat sehingga proses tatanan hidup sinergitas, eksekutif, legislatif, dan yudikatif masyarakat dapat tercipta dan terjalin komunikatif, kreatif dan kondusif".(/*)