Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari ke-65 Ada Gelar Kampanye Hak Sipil

Diterbitkan oleh Adhie pada Selasa, 17 Oktober 2017 12:33 WIB dengan kategori Headline Makassar dan sudah 760 kali ditampilkan

MAKASSAR, -- Dalam rangka hari kesatuan gerak Bhayangkari ke-65 tahun 2017,  Bhayangkari Daerah Sulawesi Selatan menggelar kampanye Ikut Peduli terhadap hak sipil anak indonesia, kegiatan ini dilaksanakan  di Polres Pelabuhan.

Kepedulian tersebut, ditunjukkan oleh ibu-ibu bayangkari melalui pembuatan akta kelahiran gratis bagi sejumlah anak. Dalam kegiatan, terkininews.com Selasa (17/10/2017), Bayangkari Sulsel meggandeng  Dinas Pencatatan Sipil dan Kependudukan (Disdukcapil)  yang juga dipimpin oleh seorang perempuan. 

Ketua Bayangkari Sulsel, Ratu Diana Muktiono mengatakan, bahwa kegiatan sosial ini digelar dalam rangka pengabdian bayangkari kepada  masyarakat juga sekaligus sebagai bentuk kepedulian terhadap sistem administrasi kependudukan terhadap anak-anak. 

"Akta kelahiran adalah dokumen yang sangat penting bagi anak. Sehingga setiap anak harus memiliki akta kelahiran. Apalagi untuk pembuatannya juga gratis kan,  tidak dipungut biaya.  Itu yang  harus kita sosialiasasikan kepada masyarakat  luas," katanya. 

Sementara itu Kadisdukcapil Makassar, Nielma Palubuhun mengatakan, pihaknya sangat bersyukur  karena ada pihak yang mau ikut terlibat dalam hal aksi sosialisasi terhadap masyarakat mengenai pentingnya kelengkapan dokumen bagi anak utamanya akta kelahiran.

Ia pun sangat antusias melakukan sosialisasi ke semua lapisan masyarakat. "cukup mengajukan di rumah sakit tempat bayi tersebut lahir, akta kelahiran langsung diterbitkan," ucapnya.

Katanya, Ini adalah inovasi baru Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Catatan Sipil dan Kependudukan Makassar. Syarat pengurusan cukup bawa foto KTP identitas diri orang tua, buku nikah, dan ajukan ke pihak rumah sakit atau puskesmas tempat bayi tersebut lahir.

Ia pun menambahkan bahwa pihaknya juga telah menitip 50 lembar formulir akte kelahiran di masing-masing rumah sakit dan puskesmas di Makassar yang nantinya akan ditambah jika kehabisan.

"Ini biayanya dijamin gratis. Dan tidak akan berbeli-belit cara mengurusnya," ungkapnya. (*).