Pedagang Pasar Senteral Tolak Penggusuran Lantaran Tidak Sesuai Kesepakatan

Diterbitkan oleh Adhie pada Senin, 27 November 2017 14:46 WIB dengan kategori Makassar dan sudah 615 kali ditampilkan

MAKASSAR,  -- Rencana pembongkaran susulan lods pedagang Pasar Sentral yang akan dilakukan, menuai kontroversi penolakan dari para pedagang pasar senteral Makassar. 

Pembongkaran yang dilakukan pemerintah Kota Makassar ditolak lantaran tidak menyediakan lapak sementara yang akan digunakan setelah pembongkaran dilakukan.

"Semua pedagang sebenanrnya mau dipindahkan yang penting kita disediakan tempat," ucap salah seorang pedagang yang telah siap menghalau pembokaran.

Sementara itu ketum Dpp HIPIM Himpunan Pedagan Informal Makassar Ajib Rumaday Menuturkan bahwa para pedagang pasar sentral awalnya setuju dengan pembokaran yang dilakukan pemerintah kota Makassar, dengan kesepakatan 12 Meter untuk jalan.

Namun belakangan ternyata pemerintah akan melakukan penggusuran selebar 23 meter, hal tersebut yang jadi keresahan para pedagang, ungkap Ketum Dpp Hipim Ajib Rumaday

"awalnya kami setuju dengan pembokaran 12 meter namun belakangan menambah menjadi 23 meter, jelas kami hal tersebut yang menjadi kecemasan lantaran sudah tidak adalagi tersedia lahan untuk berjualan" terang dia.

Para pedagang juga memasang spanduk yang bertuliskan "Jelas kami hanya menyepakati betonisasi jalan 12 Meter di sepanjang jalan KH. Agus Salim" kutip tulisan spanduk yang di bentang HIPIM. Senin (27/11/2017), terkininews.com.

Tidak hanya itu, kata Hajib, keputusan pemerintah Kota Makassar dianggap meragukan. Karena pada saat pengukuran jalan, pihak pemerintah Kota Makassar tidak melibatkan para pedagang.

"Pedagang HIPIM dukung pelebaran dengan membongkar sendiri. Tapi disayangkan, kami tidak dilibatkan pada awal pengukuran jalan 12 meter," ujarnya.

Selain itu, pedagang juga menyesalkan karena sebagian lods yang berada dibagian timur, tepatnya depan Mall Makassar telah dibongkar. Tapi, hingga saat ini pemerintah Kota Makassar belum melakukan pembetonan jalan. (*/)