45 Guru Penulis Buku di Parepare Workshop Sagusaku 2 Satu Buku Satu Guru

Diterbitkan oleh Adhie pada Ahad, 29 Juli 2018 11:40 WIB dengan kategori Daerah Pendidikan dan sudah 903 kali ditampilkan

PAREPARE, -- Setelah sukses dengan 15 penulis buku pada sagusaku pertama, kembali Ikatan Guru Indonesia (IGI) Parepare menggelar workshop guru menulis Satu Buku Satu Guru (Sakusagu) dua mencetak 45 calon penulis buku. 

Kegiatan tersebut akan digelar di Hotel Parewisata dari Sabtu-Ahad, 28 hingga 29 Juli di Hotel Parewisata, Kota Parepare. Minggu (29/7/2018) terkininews.com

Kegiatan tersebut juga dihadiri langsung Walikota Parepare diwakili Asisten bidang pemerintahan Andi Erwin Pallawarukka, kadis pendidikan dan kebudayaan diwakili kabid kebudayaan Mustadirham dan ketua wilayah IGI Sulsel Abdul Wahid Nara. 

Wakil Ketua IGI Parepare, Saiful Mahsan,  dalam laporannya mengungkapkan bahwa program sagusaku dua ini diharapkan bisa melahirkan karya karya terbaik guru dibidang menulis buku.

"kegiatan ini kami persembahkan juga buat ketua IGI parepare yang telah meninggal akibat sakit, dan Almarhum Syukur Salman merupakan motivator kami dalam menulis dan mengaktifkan IGI di parepere" jelas Syaiful.

Senada diungkapkan ketua wilayah IGI Sulsel, Abdul Wahid Nara, bahwa jika ingin hidup seribu tahun lagi maka menulislah, sebab dengan menulis ide gagasan serta pemikiran bisa dituangkan, sehingga meskipun umur seperti ketua igi parepare Salman Syukur namun kerena telah menghasilkan karya-karya yang dituangkan dalam tulisan yang berbentuk buku sehingga dibaca oleh generasi selanjutnya.

"Syukur Salman telah mendahului kita namun semangatnya tetap hadir, Almarhum Syukur Salman merupakan ketua IGI Parepare dan juga salah satu Fanther kanal pelatihan IGI Satu guru satu dongen (sagusado). Jelas Wahid Nara

Lanjut kata mantan guru SDN 7 Parepare ini, berharap kepada pengurus IGI Parepare agar melanjutkan perjuangan Ketua IGI Parepare, Almarhum Syukur Salman. Majukan literasi dan lanjutkan semangat lieterasi. Tambahnya

Menurutnya, kepengurusan harus berjalan, IGI Parepare bisa melanjutkan perjuangan IGI yakni tetap konsentrasi dengan peningkatan mutu pendidikan. Fokus ke peningkatan kualitas pendidikan seperti literasi.

"Tantangan guru kedepan lebih besar,  apalagi guru dituntut meningkatkan kompetensinya, bahkan nilai uji kompetensi guru kedepan standar minimalnya lebih tinggi." jelas Wahid dihadapan peserta workshop.

Sementara itu, Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan kebudayaan Mustadirham, mengatakan bahwa Dinas dikbud kota Parepare, memberikan perhatian khusus kepada IGI, karena kehadiran IGI memberikan motivasi guru-guru agar selalu berkarya dan fokus peningkatan mutu pendidikan di kota Parepare. 

Ia menceritakan, kumpulan buku-buku dongeng dan cerpen menginspirasi bagi dunia pendidikan  baik di Parepare maupun di Indonesia. Ia mengajak, guru agar terus menulis. Jika semua guru di Parepare menulis satu buku, maka menjadi inspirasi bagi peserta didik.

Ia mengimpikan, Kota Parepare memiliki buku Ensiklopedia Parepare. Buku itu, menceritakan, sejarah Kota Parepare di setiap kecamatan, kelurahan, dan situs cagar budaya.

"Saya titip kepada bapak  dan ibu agar membukukan sejarah Kota Parepare, agar di masa datang sejarah Kota Parepare dikenal anak cucu kita," katanya.

Asisten Bidang Pemerintahan, Pemkot Parepare, Andi Erwin Pallawarukka, mewakili Wali Kota Parepare, mengapresiasi perjuangan pengurus IGI dalam peningkatan kompetensi guru, seperti satu buku satu guru tahap kedua.  Guru yang tergabung dengan  IGI telah menulis 15 buku. Karya itu, sudah menjadi lompatan inovasi yang hebat.

"Hanya orang hebat yang bisa menulis. Ketika buku guru diterbitkan, maka guru lain  terdorong untuk menulis dan menjadi inovasi terbaik," katanya membacakan sambutan Wali Kota Parepare HM Taufan Pawe.

Ia berterima kasih kepada IGI Parepare yang terus berbuat untuk memajukan pendidikan di Kota Parepare. Ke depan sinergitas IGI Parepare dan Pemkot Parepare dapat ditingkatkan. Pendidikan suatu bangsa dilihat dari mutu pendidikan. 

"Pendidikan yang maju, pasti pembangunan juga maju. Tularkan virus-virus kebaikan kepada anak didik agar menjadi inspirasi bagi generasi," katanya. (*)