FKM Unhas Gelar Lokakarya Pengelolaan Program Pendidikan Jarak Jauh

Diterbitkan oleh Adhie pada Jumat, 24 Agustus 2018 22:43 WIB dengan kategori Makassar Suara Mahasiswa dan sudah 1.267 kali ditampilkan

MAKASSAR, -- Fakultas Kesehatan Masyarakat Unhas menggelar lokakarya kesiapan manajemen pendidikan jarak jauh bagi program magister dan Doktor yang berlangsung di Malino, dari tanggal 24-26 agustus 2018. terkininews.com

Diketua, Ansariadi, SKM, MSc.PH, PhD selaku panitia mengatakan bahwa Malino, Gowa selalu menjadi sejarah bagi FKM Unhas sejak 20 tahun yang lalu kurikulum FKM di Indonesia lahir di Malino.

Menurutnya Jum'at (24/8/2018) kepada terkininews.com bahwa output dari kegiatan ini adalah sosialisasi pelaksanaan PJJ, pengelolaan PJJ, kesiapan modul dan teknis pelaksanaan. Terangnya.

Sementara itu Dekan FKM Unhas, Dr. Aminuddin Syam, SKM, M.Kes., M.Med.Ed., dlaam sambutannya menyampaikan bahwa tentu saja FKM Unhas menyambut baik program PJJ ini baik untuk program magister maupun program doktor.

Pak dekan menambahkan bahwa metode PJJ ini secara mutu tidak berkurang yang berbeda adalah dari sisi metode pembelajaran. Oleh karena itu, kesiapan sarana, modul dan dosen adalah hal yang sangat penting.

Di ketahui acara ini dibuka oleh rektor yang diwakili oleh wakil rektor bidang akademik dan pengembangan, Prof. Dr. Ir. Muhammad Restu, MP. yang banyak mengurai mengenai kebijakan Unhas menyongsong era teknologi 4.0. Unhas sangat konsern tentang program PJJ ini karena sesuai dengan renstra Unhas.

Selain WR 1 sebagai narasumber juga hadir Direktur Pendidikan Unhas, Dr. Ida Leida M. Thaha, MSc.PH yang banyak bicara tentang latar belakang PJJ, landasan yuridis, tujuan dan SDM.

Pelaksana Tugas Wakil Dekan Bidang Akademik dan Pengembangan FKM Unhas, Prof. Sukri Palutturi, PhD yang dihubungi terpisah menambahkan bahwa peserta yang hadir dalam lokakarya ini dekan dan para dekan pada masanya, para guru besar, ketua prodi S2 dan S3, ketua Gugus Penjaminan Mutu dan staf pengajar S2 dan S3 demikian pula para tenaga kependidikan, ungkapnya. (*/)