DPRD Kuansing Minta PT SUN Ditutup

Diterbitkan oleh Redaksi pada Senin, 19 November 2018 22:45 WIB dengan kategori Daerah Headline dan sudah 516 kali ditampilkan

TELUKKUANTAN - Berulang kalinya persoalan pencemaran yang dilakukan PT Sarana Utama Nabati (SUN) yang beroperasi di Desa Sungai Bawang, Kecamatan Singingi, membuat DPRD Kuansing meradang. DPRD minta perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan kelapa sawit tersebut ditutup.

"PT SUN ini bukan sekali dua kali melakukan pencemaran. Padahal perusahaan ini baru berdiri beberapa tahun yang lalu. Kalau tidak sanggup menangani persoalan limbah, tutup saja. Pemerintah harus tegas. Jangan mencari untung saja mereka disini," kata anggota komisi B DPRD Kuansing, Jefri Antoni, ST kepada Riauterkini.com, Senin (19/11/2018).

Persoalan limbah tersebut, lanjut Jefri Antoni, harus menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah. Sebab, efeknya berimbas kepada masyarakat banyak. Apalagi hingga mencemari sungai yang setiap hari menjadi kebutuhan masyarakat setempat.

"Boleh saja pemerintah melindungi setiap investasi yang berada di Kuansing ini. Tapi tidak serta merta mengabaikan keselamatan orang banyak. Saya melihat, PT SUN ini terkesan leluasa terhadap sanksi-sanksi yang sudah diberikan dinas terkait," kata Jefri Antoni yang juga putra asli Pangean ini.

Menaggapi persoalan tersebut, Plt Kepala DLH Kuansing, Drs. Rustam, membenarkan adanya pencemaran tersebut. Menurut Rustam, terjadinya pencemaran tersebut akibat kelalaian pihak perusahaaan dalam mengantisipasi meluapnya limbah tersebut.

"Kebocoran limbah tersebut diperkirakan pukul 03.00 WIB. Namun kami baru mendapat laporan siang harinya. Setelah kami verifikasi kesana, memang ada bekas aliran limbah dari salah satu kolam penampungan menuju parit yang mengarah ke sungai. Kami akan tindak tegas perusahaan ini," ujar Rustam.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak perusahaan terkait limbah tersebut. Riauterkini.com mencoba menghubungi salah seorang manajemen PT SUN, Adi Yamin melalui telepon genggam dan pesan singkat, namu belum ada jawaban.*** (riauterkini/Jok)