Kejari Pelalawan Eksekusi Terpidana Pelecehan Seksual

Diterbitkan oleh Redaksi pada Ahad, 10 November 2019 20:59 WIB dengan kategori Daerah Headline dan sudah 290 kali ditampilkan

PANGKALANKERINCI - Kejaksan Negeri (Kejari) Pelalawan  mengeksekusi terpidana Suardi alias War pelaku persetubuhan anak dibawah umur pada Jumat (8/11/19) sore pekan lalu. Terpidana Suardi ditangkap tim Kejari Pelalawan di Desa Sotol Kecamatan Langgam setelah melakukan pengintaian.

Suardi ditahan kembali berdasarkan putusan Mahkamah Agung (tingkat kasasi) melalui Putusan Nomor: 2409 K/Pid.Sus/2019 tanggal 19 September 2019. Ia divonis lima tahun penjara dengan denda Rp 1 Miliar atas persetubuhan yang dilakukan Suardi terhadap anak tirinya.

"Rentetan pengintaian keberadaan terpidana sudah kita lakukan selama satu minggu lebih, berkoordinasi dengan Polsek Langgam. Atas informasi dari polisi, langsung kita ke lokasi dan menangkap terpidana," terang  Kepala Kejari Pelalawan, Nophy Tennophero Suoth SH MH,  Ahad (10/11/19).

Kajari Nophy menjelaskan, tim Kejari Pelalawan yang di pimpin oleh Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Agus Kurniawan SH MH beserta dua orang jaksa fungsional Marthalius SH dan Nofwandi SH.

Tim menerima informasi dari Polsek Langgam jika Suardi datang ke mapolsek untuk memenuhi panggilan pemeriksaan, sebab ia menjadi saksi dalam perkara Kebakaran dan Hutan (Karhutla) yang diselidiki polisi.

Tim jaksa eksekutor langsung bergerak menuju mapolsek dan menunggu proses pemeriksaan selesai. Saat keluar dari ruangan penyidik, Suardi terkejut melihat para jaksa yang datang.

Setelah disampaikan niat untuk mengeksekusi putusan, Kepala Desa (Kades) Sotol juga dipanggil untuk mendampingi pelaksanaan putusan. Hanya saja, mantan karyawan perusahaan perkebunan sawit itu syok mendengar hal tersebut.

"Terpidana sempat menyangkal putusan MA dan bersikukuh menyatakan dirinya tak bersalah lantaran pernah diputus bebas di PN Pelalawan," tambah Kajari Nophy.

Diterangkannya, berdasarkan Surat Perintah Pelaksanaan Putusan atau P-48, tim kejaksaan tetap melakukan eksekusi terhadap terpidana. Setelah dua jam bernegosiasi, Suardi akhir berhasil dibawa ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Sialang Bungkuk Kota Pekanbaru untuk menjalani hukuman.*(riauterkini/feb)