Pusat Alquran Indonesia Ingin Dirikan Sekolah Tinggi Ilmu Alquran di Pulau Penyengat

Admin Senin, 23 Desember 2019 21:57 WIB
596x ditampilkan Headline Khazanah Tanjungpinang

TANJUNGPINANG - Pusat Alquran Indonesia melalui program Pulau Tahfidz pada hari Ahad (22 Desember 2019) mengadakan kegiatan Parade Tasmi’ Akbar 30 Juz dalam 1 Hari. Kegiatan ini adalah tahapan akhir dari Karantina 6 Bulan Intensif Menghafal Alquran di Pulau Tahfidz Penyengat.

Rully Attaqi, direktur Pusat Alquran Indonesia menjelaskan “ Pada satu pekan sebelumnya masing-masing santri diminta untuk memperdengarkan hafalan Alquran 30 Juz dalam satu hari dan puncaknya pada hari Ahad adalah Parade Tasmi', dimana santri membaca secara bergantian 30 Juz dalam satu hari”.

Dengan diadakan kegiatan parade tasmi’ ini menandakan berakhirnya program Angkatan ke 2 Pulau Tahfidz dan dilanjutkan Angkatan ke 3 yang akan dimulai 1 Januari 2020.

Rully menambahkan “Kami mengucapkan Jazakumullah Khoiron katsiron kepada semua pihak terkhusus kepada Zuriat dan Masyarakat Pulau Penyengat yang telah bahu-membahu membantu jalannya program ini. Mulai dari asrama santri dan fasilitasnya, catering santri sampai laundry dibantu oleh Zuriat dan Masyarakat Pulau Penyengat”. 

Pusat Alquran Indonesia yang berkantor pusat di Komplek Bintan Center ini, bercita-cita mewujudkan Pulau Penyengat sebagai Pulau Tahfdz, pulaunya penghafal alquran. Rully mengatakan “Kita ingin mengulang sejarah, dahulu orang-orang datang dari seluruh penjuru negeri ke Pulau Penyengat untuk belajar Alquranm dan kita akan melihat kembali hal itu”.

Santri yang mengikuti program karantina Pulau Tahfidz pada angkatan ke 2 ini berasal dari berbagai Provinsi di Indonesia, dari Aceh hingga NTB, bahkan satu orang santri datang dari New York khusus untuk mengikuti program di Pulau Penyengat.

Pengembangan selanjutnya program Pulau Tahfidz, Pusat Alquran Indonesia bersama Gubernur, Walikota, Tokoh Masyarakat, Zuriat, mari bersama merangkai amal untuk mewujudkan Sekolah Tinggi Ilmu Alquran (STIQ) Pulau Penyengat.

Dengan kehadiran STIQ ini kelak kegiatan menghafal Alquran ini bisa lebih luas manfaatnya. Lulusannya akan langsung membawa ijazah S1. Sehingga Anak-anak muda dari seluruh penjuru negeri datang ke Pulau Penyengat untuk belajar Alquran dan dari Pulau Penyengat ini akan lahir kembali banyak ulama yang akan menyebarkan cahaya Islam ke seluruh Indonesia.