Mengenal Konsep Pengobatan dan Kesehatan dalam Islam

Admin Ahad, 5 Januari 2020 10:11 WIB
324x ditampilkan Headline Khazanah

Islam ternyata tidak hanya mengatur persoalan ibadah rutinitas yang dilakukan oleh  umatnya. Jika dipelajari lebih lanjut, Islam ternyata juga mengatur dan memperkenalkan konsep pengobatan dan kesehatan secara preventif atau pencegahan. 

Ada tujuh prinsip dalam pengobatan Islam seperti yang tertera dalam Diktat KHT Dasar Thibbun Nabawi (Kedokteran Islam, red) HNI yaitu keyakinan, obat halal dan thoyib, tidak berbau tahayul dan mudharat, bersifat preventif, mencari yang lebih baik dan mengambil sebab melalui ikhtiar dan berserah diri. 

Dari prinsip pengobatan tersebut titik tekannya bersifat preventif dengan tidak sembarang mengkonsumsi makanan atau produk-produk dan jauh dari tahayul. 

Seperti yang tertera pada QS Abasa; 24-32, "Maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya. Sesungguhnya kami benar-benar telah mencurahkan air dari langit, kemudian kami belah bumi dengan sebaik-baiknya, lalu kami tumbuhkan biji-bijian di bumi itu, anggur dan sayur-sayuran, zaitun dan pohon kurma, kebun-kebun 
yang lebat, dan buah-buahan serta rumput-rumputan, untuk kesenanganmu dan untuk 
binatang-binatang ternakmu,". 

Dalam surat dan ayat yang lain disebutkan juga, "Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran Alquran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit yang berada dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman," 
(QS Yunus: 57)

Secara operasional ada juga hadist yang diriwayatkan Ibnu Majah dan Al Hakim bahwa Rasulullah SAW menganjurkan pada dua penyembuh yakni madu dan Alquran.

Prinsi atau konsep kesehatan lainnya yakni dengan IAI. Ilahiah, alamiah, dan ilmiah. Ilahiah adalah konsep kesehatan atau pengobatan datangnya dari Allah. "Berobatlah kamu karena sesungguhnya Allah SWT menurunkan penyakit, Dia Allah juga menurunkan obatnya," (HR. Ahmad).

Alamiah, menggunakan sumber alam yang ada diatas muka bumi. Tidak menggunakan bahan 
kimia. Pengkajian luas pada bagian tumbuhan seperti akar, batang, daun, kulit, buah, bunga dan tumbuhan lainnya.

Terakhir, ilmiah. Salah satu syarat utama dalam konsep pengobatan Islam adalah dapat dijelaskan secara ilmu pengetahuan. Bukan praktek pengobatan yang mengada-ngada. (ron/net/berbagai sumber)