Polres Lingga Tengahi Polemik PT.TBJ dan Masyarakat Cukas

Diterbitkan oleh Admin pada Rabu, 15 Januari 2020 15:12 WIB dengan kategori Headline Lingga dan sudah 972 kali ditampilkan

LINGGA, - Pihak PT. TBJ melaksanakan Sosialisasi kepada masyarakat Kampung Cukas di Kantor Desa Tanjung Irat, Selasa (14/01/2020) terkait adanya masalah bantuan kompensasi untuk masyarakat dari PT. TBJ (Telaga Bintan Jaya) dengan adanya Jeti/Pelabuhan Bongkar muat yang berada di Kampung Cukas Desa Tanjung Irat, 
 
Dalam sosialisasi tersebut turut hadir Asisten I M. Rusli Ismail, Asisten II Yuslizar, SH, Kepala Inspektorat Daerah Kab. Lingga Said Sudrajat, Direktur PT. TBJ Jairun, Kabag Ops Polres Lingga Kompol Rusdwiantoro, Kasat Reskrim Polres Lingga, Kasat Lantas Polres Lingga, Danramil Dabo Singkep, Kapolsek Singkep Barat, Kepala Satpol PP Kab.Lingga, Camat Singkep Barat, Kades Tanjung Irat, beserta masyarakat kampung cukas sekitar lima puluh orang.

Menurut Kapolsek Singkep Barat IPTU Idris, SE mangatakan bahwa sosialisasi bertujuan menjalinkan kerjasama yang baik antara PT.TBJ dengan masyarakat kampung cukas terkait masalah dana kompensasi.

"Jadi dihimbau kepada masyarakat dan PT.TBJ agar saling menjaga situasi kamtibmas dengan baik dan kondusif, dan setiap permasalahan agar di lakukan penyelesaian dengan mediasi supaya tidak ada miskomunikasi" tandasnya melalui Kasubbaghumas Polres Lingga AKP Hasbi Lubis.

Sementara itu Direktur PT. TBJ Jairun juga menanggapi bahwa pihaknya akan memberikan bantuan Dana Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) kepada masyarakat sebesar Rp 500,- (lima ratus rupiah)/Ton Tongkangnya karena Dusun I Kampung Cukas hanya menjadi tempat lalu lintas tongkang.

“Pihak perusahaan tidak memberikan Dana Kompensasi, akan tetapi akan memberikan dana PPM sesuai aturan yang diberlakukan Pemerintah.”ujar Jairun.

Senada pihak perwakilan masyarakat. Suwardi juga menyampaikan bahwa pihaknya tidak pernah menghambat aktifitas bongkar muat PT. TBJ, namun  dilokasi tersebut tempat masyarakat nelayan untuk mencari hasil laut sehari - hari, olehnya itu masyarakat sangat mengharapkan adanya dana kompensasi bagi masyarakat tersendiri. Ungkapnya

"Akan dilakukan musyawarah kembali apabila telah ada kesepakatan antara kedua belah pihak". Ucap Suwardi

Diketahui hasil dari sosialisasi tersebut masyarakat masih belum dapat menerima usulan dana PPM dari pihak PT. TBJ karena nominalnya terbilang kecil, dan Perusahaan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk melakukan musyawarah kembali, dan kemudian membentuk Tim beberapa orang perwakilan masyarakat untuk bertemu pihak perusahaan di Tanjungpinang.(*)