Bareskrim Polri Tangkap Sindikat Jaringan Internasional Penyelundup Narkotika dan Amankan 70 Kg Sabu

Diterbitkan oleh Admin pada Selasa, 21 Januari 2020 16:29 WIB dengan kategori Headline Jakarta dan sudah 308 kali ditampilkan

JAKARTA, -- Penyelundupan narkotika jenis shabu, jaringan Malaysia - Sumatera, Jakarta berhasil di gagalkan Reserse Kriminal Polri Direktorat Tindak Pidana Narkoba berupa narkotika jenis Methamfetamina yang bersal dari malaysia melalui jalur laut yang  mendarat melalui perairan selat malaka didekat perairan Bagan Siapi Api, Rokan Hilir, Riau.

Aksi tersebut digagalkan dari laporan dan informasi masyarakat tentang adanya transaksi narkotika jenis Methamfetamina yang ditindak lanjuti oleh Tim Reskrim Polri Direktorat Tindak Pidana Narkoba melaui lidik tandas AKbp. Krisno Siregar. Wadirtipid Narkoba Bareskrim Polri.

"Adapun modus dari pelaku yaitu dengan Pengiriman shabu yang disamarkan atau dicampur dengan ikan asin dan kopi untuk mengelabui pemeriksaan petugas" kata Wadirtipid Narkoba Bareskrim Polri AKbp. Krisno Siregar Selsa (21/1/2020) kepada terkininews.com melalui rilis redaksi.

Diketahui narkotika jenis Shabu tersebut sampai di Bagan Siapi Api dan rencana akan dikirim dengan jasa ekspedisi menuju Jakarta melalui jalur darat yang disamarkan dengan barang komoditi lain seperti ikan asin dan kopi agar tidak terdeksi dengan para pelaku Dn. Alias AH dan SB Alias KB.

Sabu didatangkan dari malaysia melalui jalur laut menuju Bagan Siapi Api selanjutnya dikirim melalui ekspedisi ke Jakarta kemudian di simpan di sebuah rumah di daerah tangeran untuk diedarkan di wilayah Jakarta

Mengetahui hal tersebut pada sabtu (18/1/2020), sekira pukul 16.30 wib di parkiran Ruko Sepatan Mas jalan Raya Mauk, desa Karet Kec Sepatan Tangeran Banten tim menangkap tersangka DN alias AH (32 thn) & SB alias KB (34 thn) dengan barang bukti 2 buah Kardus berisi narkitika sabu seberat 45 Kg. Tambahnya

Tak berhenti sampai disitu, melalui pengembangan dilanjutkan ke tempat tinggal tersangka yang dijadikan gudang di GG Mushola Al. Ikhlas, desa lebak wangi, kecamatan. sepatan timur kota tangeran Banten dan ditemukan lagi barang bukti narkotika seberat 25 Kg, 2 dus ikan asin dan 1 dus kopi bubuk.

Lanjut AKbp. Krisno Siregar bahwa adapun barang bukti yang ditemukan dari para tersangka berupa :

  1. Satu buah kardus warna coklat yang didalamnya berisi Shabu dengan bungkus teh cina wrna hijau dengan jumlah 20 bungkus atau berat total brutto 20 Kg.
  2. Satu buah kardu warna coklat yang didalamnya berisi shabu dengan bungkus teh china warna kuning dengan jumlah 25 bungkus atau berat tota brutto  25 Kg
  3. Satu buah kardus warna coklat yang didalamnya berisi shabu dengan bungkus teh china dengan warna kuning dengan jumlah 25 bungkus atau berat total brutto 25 Kg.
  4. Dua kardus ikan asin
  5. Satu kardus kopi bubuk

"Jadi jumlah total barang bukti narkotika Shabu seberat 70 Kg" Terangnya.

Ditambahkan Karopenmas Divhumas Polri BJP Argo Yuwono terkait perbuatan tersangka akan dijerat dengan pasal 114 ayat (2) juncto pasal 132 ayat 1 UU RI no.35 tahun 2009 tentang narkotika yaitu Permufakatan jahat tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi, perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan narkotika golongan 1 Beratnya melebihi 5 (lima) gram. Dipidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat enam tahun dan paling lama (20) tahun dan denda paling maksimal yaitu RP.10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah) ditambah sepertiga dan

Subsider pasal 112 ayat (2) juncto pasal 132 ayat 1 UU RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan percobaan atau permufakatan jahat tanpa hak atau melawan hukum memiliki, memyimpan, menguasai atau menyediakan narkotika golongan 1 bukan tanaman beratnya melebihi 5 (lima) gram.

Dipidana penjara seumur idup atau pidana penjara seumur hidup atau pidana paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp.800.000.000,00 (Delapan ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp.8.000.000.000,00 (delapan miliar rupiah) ditambah sepertiga.

Karopenmas Divhumas Polri BJP Argo Yuwono juga berharap agar pengembangan terhadap sindikat jaringan di malaysia dan indonesia yang masih dalam pengejaran (DPO) untuk terus dilakukan sebagai upaya tindak lanjut. (*)