IGI Ditengah Hiruk Pikuk Honorer

Diterbitkan oleh Admin pada Rabu, 5 Februari 2020 19:45 WIB dengan kategori Headline Jakarta Pendidikan dan sudah 336 kali ditampilkan

JAKARTA, -- Bagi kami di ikatan guru Indonesia, (IGI) perjuangan untuk mengakomodir "seluruh" tenaga honorer di seluruh Indonesia lebih bersifat politis dibanding upaya kita untuk menyelesaikan persoalan pendidikan.

Lalu mengapa kami berpikir seperti itu?

"Karena dalam kalkulasi kami ada beberapa hal yang tidak mungkin diwujudkan dengan mengangkat seluruh honorer di seluruh Indonesia" tandas Ketum PP IGI Muhammad Ramli Rahim Kamis (5/2/2020) terkininews.com

Pertama rekrutmen honorer itu serampangan sehingga kualitasnya pun tidak bisa dipertanggungjawabkan karena itu ikatan guru Indonesia tetap meminta pemerintah melakukan seleksi terhadap tenaga honorer untuk direkrut menjadi PPPK dan PNS, tanpa seleksi yang ketat justru hanya akan menimbulkan masalah baru yaitu rendahnya kualitas guru Indonesia.

Kedua jumlah honorer yang begitu besar baik dari kalangan guru maupun non guru mengakibatkan
Kementerian Keuangan akan kesulitan mengakomodir penggajian seluruh honorer ini apalagi Menteri Keuangan Sri Mulyani telah menyampaikan rasa mulesnya terhadap beberapa janji kampanye Pak Jokowi, artinya keuangan negara kita sangat terbatas sesungguhnya

Ketiga, tenaga honorer yang ada saat ini Jika ditelusuri  maka sebenarnya mayoritas dari mereka terutama yang bukan guru direkrut menjadi honorer karena beberapa jalur misalnya jalur keluarga,  jalur Tim Sukses, atau jalur pertemanan Yang kemungkinan besar mereka mereka yang dalam posisi honorer ini hanya dalam lingkaran - lingkaran tertentu dan tidak melibatkan potensi-potensi besar hasil pendidikan Indonesia

Oleh karena itu ikatan guru Indonesia memang lebih fokus pada upaya menghadirkan pendidikan Indonesia yang lebih bermartabat lebih berkualitas dan dapat diandalkan untuk menciptakan masa depan anak - anak didik kita yang jauh lebih baik karena itu rekrutmen tenaga honorer menjadi pegawai negeri sipil harus betul - betul selektif dengan pertimbangan dua hal.

"Pembobotan kualitas seperti jalur PNS pada umumnya yang kedua adalah pembobotan penghargaan terhadap pengabdian dimana Kami mengusulkan setiap satu tahun Pengabdian diberikan penghargaan 1% dari total pembobotan" tambahnya

Kami dari ikatan guru Indonesia tidak mau bermain-main secara politis hanya karena ingin disebut memperjuangkan honorer kemudian memaksakan semua honorer meskipun dengan kualitas yang tidak cukup untuk diangkat menjadi guru.(*/)