Dianiaya Preman, Dosen Usulbar Minta Pihak Berwajib Tindak Berantas Premanisme
MAKASSAR, -- Pemukulan dan penganiayaan oleh preman atas diri Andi Baso Faisal SH., SE., MM., selaku dosen Universitas Sulawesi Barat, fakultas Hukum dan Ekonomi, berbuntut panjang dengan melakukan pelaporan atas penganiayaan dirinya.
Dari pengakuan Andi Baso Faisal bahwa dirinya menjadi korban pemukulan bermula saat Andi Baso, diajak oleh dg. Serang menuju ke sebuah lokasi dekat kanal jalan Hertasning baru untuk bertemu dg. Sijaya, tiba-tiba di lokasi tujuan lebih dari sepuluh orang yang tidak dikenalnya dengan perawakan kekar, langsung memegang dan mengeroyok Andi Baso.
Lanjut kata Andi Baso, sementara dirinya masih dipukuli, oleh dg. Sijaya juga ada muncul dan menanyakan persoalan tanah yang tidak jauh dari lokasi kejadian, terangnya
"Saya dipanggil teman di jalan inspeksi kanal, hertasning, Makassar, dg. Serang, dia bilang Pergiki di markas di belakang, dg. Sijaya mau bicara baik, jadi kubilang jangan ki anauka di, karena saya ada tonji keluargaku, tiba didalam, saya liat ada 10 orang preman pake tatto buka baju, saya langsung dipukuli, ada yang tendangka," ungkap Andi Baso menceritakan, selepas kejadian.
Atas kejadian itu, Andi Baso menderita luka pada memar pada mata sebelah kanan, luka pada tangan kiri, pipi sebelah kiri bengkak, dan leher sebelah kanan tergores.
Karena kejadian tersebut, Andi Baso melaporkan kejadian ke Polrestabes Makassar dengan nomor laporan STPL/123/III/2020/POLDA SULSEL/RESTABES MKSR. Rabu, (11/3/2020) terkininews.com
Atas insiden penganiayaan tersebut pihaknya yang juga merupakan Wakil Ketua (KAI) Kongres Advokat Indonesi kemudian mendesak Kapolrestabes Makassar untuk memberi perhatian khusus dalam menindak dan memberantas premanisme di Kota Makassar.
"Saya berharap polisi bisa segera menangkap pelaku, karena kita tidak mau ada apa-apa kedepannya, Kita tidak mau ada premanisme yang main hakim sendiri," tutup Andi Baso yang juga Wakil Ketua Advokad KAI Sulsel.
Hingga berita ini diterbitkan, belum dapat dikonfirmasi perkembangan lebih lanjut dari pihak kepolisian Polrestabes Makassar, namun sekiranya ada penindakan lanjut. Tutup pihak Andi Baso (*/)



