Pengurus Masjid Kota Batam dan MUI Gelar Pertemuan Membahas Protokol Kesehatan Terkait Ibadah

Admin Kamis, 28 Mei 2020 16:19 WIB
164x ditampilkan Batam Headline

BATAM – Forum Silaturahmi Pengurus Masjid Kota Batam bersama  Majelis Ulama Indonesai (MUI) Kota Batam mengajak masyarakat untuk tetap patuh menjalankan ibadah salat dengan protokol kesehatan baik dirumah maupun dimasjid. Hal tersebut perlu dilakukan agar tidak terjadi lonjakan pasien positif Covid-19 jika  nanti kebijakan new normal diterapkan di Batam.

Bentuk ajakan tersebut disampaikan para perwakilan Pengurus Masjid  dan MUI  Kota Batam usai melaksanakan acara silaturahmi dan halal bi halal di Batam Center, Rabu (27/5) sore.

Anggota Forum Silaturahmi Pengurus Masjid Kota Batam, Hendri Anak Rahman mengatakan, pertemuan tersebut  bertujuan untuk bersilaturahmi, berduskusi bersama MUI dan juga menyampaikan kepada DPRD Kota Batam.  Pembahasan dalam pertemuan ini berfokus pada kondisi umat Islam dengan kebijakan yang akan diambil Pemko Batam terkait new normal.

“Pada intinya kegiatan ini kami agendakan untuk  bersilaturahmi, meminta nasihat dari MUI selaku Ulama kita, pemersatu Umat,  sehingga kami sebagai pengurus masjid punya panduan yang jelas dalam menyelenggarakan aktifitas ibadah di Masjid kami’’ katanya.

Menurutnya, dengan  responsifnya MUI memberikan edukasi kepada umat terhadap kebijakan yang diambil pemko Batam akan memudahkan umat dalam melaksaknakan aktifitas ibadah. “Umat ini sangat patuh pada imbauan MUI, jadi mohon diberikan panduan yang up to date,” katanya menambahkan.

Sawindu Yuda, Ketua Forum Silaturahmi Pengurus Masjid Kota Batam menambahkan, dalam acara itu, turut diundang beberapa fraksi DPRD Kota Batam agar bisa menyampaikan aspirasi mereka kepada Pemko Batam. “Alhamdulillah ada dari Fraksi PKS berkenan menghadiri  undangan kami.

Banyak hal yang kami ingin pertanyakan, khususnya dengan beredarnya draf surat pernyataaan dari pihak Dewan Masjid Indonesia (DMI). Salah satu poin dalam draf itu memuat tentang adanya sanksi dan tanggung jawab pengurus Masjid jika membuka Masjid tanpa protokol kesehatan, apakah hal tersebut benara adannya?” tanyanya.

Seketaris Majelis Ulama Indonesi (MUI) Kota Batam, Santoso mengatakan bahwa sampai saat ini MUI selalu mengikuti dan memantau setiap kebijakan dari Pemko Batam.”Insya Allah kami tahu betul apa yang terjadi. Terkait surat pernyataan yang berderar memuat adanya sanksi hukum oleh rumah ibadah yang menjalanakan aktivitas ibadah tanpa protokol kesehatan, bahwa surat tersebut baru sekadar draf.  Hal ini bertujuan memberi gambaran dan agar menjadi tanggugjawab bersama.” Ujarnya.

Ia juga menambhakan agar poin sanksi yang dimaksudkan dalam draf tersebut sebaiknya dihapuskan saja. “Tadi siang Walikota menyampaikan sanksi yang akan diberlakukan hanya berupa penutupan kembali rumah  ibadah, tidak ada sanksi hukum. Saya kira ini clear tidak ada konsekuensi  hukum,” katanya.

Ketua Majelis Ulama Indonesi (MUI) Kota Batam , Usman  Ahmad megajak seluruh pengurus masjid untuk  terus semangat membela agama dan menentramkan umat. “Kita adalah umat Islam dan kita juga adalah anak bangsa, kita bela agama jangan sampai merusak bangsa, kita bela bangsa jangan sampai merusak agama”, ujarnya.

“Tentang fatwa MUI, kami masih dengan fatwa yang lalu yakni mengimbau agar tetap salat di rumah, namun kami tidak melarang untuk salat di Masjid dengan catatatan melakasakan protokol kesehatan.”