Meninggal dan Divonis PDP Covid 19 Kabid Humas Polda Sulsel : Pihak RS Punya Alasan Mendasar

Admin Rabu, 3 Juni 2020 19:47 WIB
88x ditampilkan Headline Makassar

Makassar, -- Rumkit Bhayangkara  Polda Sulsel  menanggapai  keluhan  dan  protes dari Andi Baso Ryadi Mappasulle, Warga Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan, merasa  mendapatkan perlakuan tak adil atas kematian Istrinya yang divonis PDP di Rumah Sakit Bhayangkara.

Saat dikonfirmasi Rabu (3/6/2020) di Mapolda Sulsel terkait hal tersebut, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Ibrahim Tompo menjelaskan bahwa pihak rumah sakit bhayangkara memahami keluhan dari pihak korban atas vonis kematian PDP tersebut, namun menurutnya, Rumah Sakit juga tidak bisa disalahkan sebab ada alasan mendasari hal tersebut 

Dikatakannya. ada hal yang mungkin perlu di pahami masyarakat terkait situasi dan tata kelola lingkungan dengan pola cegah covid ini ,di mana saat ini, prosedur Rumah Sakit mengharuskan untuk melakukan Screening Standart Covid 19 kepada semua pasien untuk mengantisipasi terjadi kontaminasi pada petugas dan lingkungan rumah sakit dan juga sebagai pertimbangan rujukan pasien tersebut

.“Ya terkait kasus ini Kami Konfirmasi ke Pihak RS.Bhayangkara, dijelaskan  bahwa Pihak Rumah Sakit sebelumnya melakukan Screening Standar kepada Alamarhumah  ini, dan di peroleh data dengan hasil pemeriksaan CT Paru : Pneumonia ( radang Paru ) dan  Laboratorium darah ( Khas covid ), Sehingga berdasarkan inilah menjadi penentuan status sementaranya masih status PDP,  sambil menunggu hasil Swab, karena hasil pemeriksaan Swab membutuhkan waktu yang cukup lama dan almarhumah meninggal sebelum hasil Swab diperoleh. karena itu maka di kebumikan dengan status PDP covid,” terang Kombes Pol Ibrahim Tompo.

Lebih lanjut Kabid Humas  mengapresiasi pihak keluarga Almarhumah yang cukup kooperatif dan memahami situasi serta aturan yang ada saat itu, walaupun harus mengorbankan suasana dalam keluarga namun hal tersebut lebih baik karena mengantisipasi agar keluarga dan sanak saudara tidak terkontaminasi dan dapat mencegah penyebaran covid 19.

“Saya Maklum hal seperti ini memang menjadi fenomena dan menjadi permasalahan umum, namun kita berharap masyarakat dapat memahami situasi yang terjadi dan memahami tentang adanya protokol-protokol  kesehatan yang di terapkan untuk menyesuaikan situasi dengan kondisi Covid-19 ini,”tutur Ibrahim

Diakhir penjelasannya, Kabid Humas Polda Polda Sulsel turut menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggal Almarhumah ini, dan meyakinkankan masyarakat Sulsel bahwa  Rumah Sakit Bhayangkara ini berprinsip mengedepankan pengabdian kepada masyarakat