Tingkat Kelulusan SMP Sederajat di Lingga 99,81 Persen
LINGGA - Sebanyak 1610 pelajar SMP dan MTs di kabupaten Lingga terdaftar dalam DNT (Dadtar Nominatif Tetap). Peserta didik kelas 9 yang awalnya akan mengikuti Ujian Nasional T.P 2019/2020 tidak dapat dilaksanakan dan kemudian sebanyak 1601 dinyatakan sebagai peserta yang mengikuti Ujian Sekolah disekolah masing-masing.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lingga, Drs Junaidi Adjam menerangkan angka kelulusan siswa SMP/MTs Tahun Pelajaran 2019/2020 mencapai 99,81 %. Hal ini berdasarkan hasil akhir dari jumlah peserta yang mengikuti Ujian Sekolah (US) sebanyak 1601 siswa dan yang dinyatakan lulus sebanyak 1598 siswa.’’ Ada 3 org siswa SMP yang dinyatakan gugur, hal ini berdasarkan pertimbangan dari satuan Pendidikan tersebut yaitu faktor absensi dan mata pelajaran kurang dari 90 % dari jam pelajaran. ’’ terang Junaidi Minggu (6/6/2020).
Kelulusan siswa SMP/MTs Tahun Pelajaran 2019/2020 mencapai 99,81 %. Berdasarkn hasil akhir dari jumlah peserta yang mengikuti US ( Ujian Sekolah) sebanyak 1601 siswa dan yang dinyatakan lulus sebanyak 1598 siswa. Artinya ada 3 orang siswa SMP yang gugur atau tidak lulus. Hal ini berdasarkan pertimbangan dari satuan pendidikan tersebut dilihat dari faktor absensi dan mata pelajaran kurang dr 90 % dari jam serta efektifitas tatap muka selama sebelum wabah Covid-19 ini, tambah Junaidi.
Selain penilain itu siswa yang dinyatakan tidak lulus itu juga melakukan pelanggaran tata tertib dan disiplin sekolah dengan mekanisme pemberian nasehat, pemberian sanksi dan pemanggilan orang tua oleh guru selama ini.
Proses kelulusan tahun ini ditentukan penilaian dengan berbagai faktor. Disamping penilaian dari semester 1 hingga semester 5, ditambah hasil nilai semester 6 dan Ujian Sekolah. Disamping juga penilaian disiplin dan prilaku siswa dalam pendidikan karakter juga menjadi bobot kelulusan. Mengingat Satuan Pendidikan mempunyai kewenangan penuh dalam menentukan kelulusan siswa setelah mendapatkan pertimbangan dan hasil rapat dewan majelis guru, jelas Kepala dinas pendidikan. ***

