Kementan Pastikan Stok Beras Aman Hingga Akhir 2020

Sholeh Ahad, 18 Oktober 2020 02:26 WIB
26x ditampilkan Headline

JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan stok beras aman hingga akhir tahun nanti. 

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengatakan, stok beras diprediksi surplus sekitar 7 juta ton pada Desember 2020.

“Produksi beras sepanjang 2020 aman. Hingga akhir Desember 2020 nanti bahkan ada stok sekitar tujuh juta ton. Sejauh ini progresnya sangat kompetitif,” jelas dia dalam keterangan pers, Sabtu (17/10/2020).

Mengawali 2020, stok beras nasional sebanyak 5,9 juta ton. Sepanjang musim tanam pertama produksi beras sekitar 30,6 juta ton. 

Produksi didapat dari luas tanam 6,1 juta hektare di Oktober-Maret 2019/2020. Ada juga luas lahan 5,4 juta hektare pada MT-II April-September 2020. Fase produksi ini total menghasilkan 17,06 juta ton beras dengan nilai Rp 172 triliun.

Cadangan beras pun semakin kompetitif, apalagi ada stok 5,94 juta ton dari Desember 2019. Dari angka produksi tersebut, kebutuhan konsumsi masyarakat pada Januari-Juni 2020 mencapai 15,17 juta ton. Kemudian didapat stok beras 7,83 juta ton.

Menteri Syahrul menambahkan, program percepatan dilakukan agar stok pangan stabil dan tumbuh.

“Stabilitas pangan, dalam hal ini beras, menjadi mutlak yang harus dipenuhi. Stok pangan harus stabil bahkan tumbuh agar kondisi masyarakat kondusif,” jelasnya.

Meski Indonesia masih dilanda pandemi Covid-19 namun dipastikan bencana non alam itu tidak akan mempengaruhi stok beras nasional.

“Situasi di dalam negeri masih aman, tidak ada kelangkaan beras,” kata Menteri Syahrul.

Untuk menaikkan akselerasi produksi beras, program percepatan produksi juga digulirkan. Periodenya mulai April hingga September 2020 dengan luas lahan riil 5.621.074 hektare. Hasilnya, produksi beras dari Juli hingga Desember 2020 diprediksi 12,5-15 juta ton. Bila dijumlahkan, produksi dan stok beras pada MT-II 2020 mencapai 22,09 juta ton.

Komposisi ketersediaan beras semakin menjanjikan, apalagi kebutuhan konsumsi Juli-Desember 2020 sekitar 

14,98 juta ton. Jadi, stok akhir beras pada Desember 2020 diperkirakan mencapai 7,1 juta ton.

“Terkait pangan, semuanya tetap positif. Sekali lagi, stok beras tetap aman hingga akhir 2020. Beragam upaya terus dilakukan untuk menaikkan produktivitasnya, beragam percepatan juga dilakukan,” demikian kata Menteri Syahrul. (sam) Sumber Siberindo.co / terkininews.com.