Dinsos Maros Sambangi Warga yang Merasa di Diskriminasi Oknum Dinsos Atas Penerimaan BST
MAROS - dengan adanya kekeliruan yang terjadi didesa Bonto Mate'nne terkait penerima bantuan sosial tunai (BST) program kementrian sosial maka pihak dinas sosial (dinsos) Maros sambangi warga yang merasa dirinya telah dicabut namanya sebagai penerima manfaat BST.
Haluddin Warga desa Bonto Matenne yang memduga dirinya telah dicabut namanya, dan merasa didiskriminasi oleh oknum dinsos menceritakan kronologi awalnya kejadian dimana semua penerima manfaat BST telah menerima undangan penerima melalui perangkat desa namun dirinya tak kunjung mendapatkan undangan
"Saya belum menerimanya sehingga saya merasa telah didiskriminasi oleh pihak oknum dinsos Maros,"Jelasnya.
ia berasumsi kalo dirinya merasa didiskriminasi, awalnya semua warga penerima manfaat BST sudah menerima undangan.
Namun terpisah saat dikonfirmasi Kabid , perlindungan dan jaminan sosial (linjamsos). Muh, Hatta, S.K.M Rabu. (11/11/2020) kepada terkininews.com menjelaskan, bahwa pencabutan sebagian penerima itu tidak serta merta dapat dicabut begitu saja.
"Olehnya itu pihak kami menyambangi dan memberikan penjelasan kepada saudara haluddin, bahwa untuk mencabut nama sebagai penerima itu tidak mudah, ada sistem yang mengatur,"Jelas Hatta.
Selain itu kekeliruan terjadi , diakibatkan tercecernya undangan penerima BST atas nama haluddin ke nama desa yang sama, yaitu desa Bonto Matenne Kec, Marusu, yang seharusnya desa Bonto matenne kec Mandai.
Hatta juga menyampaikan permohonan maafnya atas terjadinya kekeliruan ini.
"Saya mewakili dinsos maros memohon maaf atas kekeliruan yang terjadi, sehingga membuat warga berasumsi lain terhadap dinsos maros,"tutup hatta.
Lanjut haluddin, "Atas kejadian ini, kami berharap tidak terjadi lagi kedua kalinya apa yang dilakukan oknum dinsos maros,"tutup Haluddin. (Anca/*)

