Harga Gabah Menurun, Para Kepala Desa Di Purworejo Minta Keadilan Negara

Diterbitkan oleh Tauhid pada Rabu, 3 Maret 2021 06:45 WIB dengan kategori Headline Nasional dan sudah 61 kali ditampilkan

PURWOREJO- Karna keprihatinan dengan  harga gabah yang sangat rendah, para Kepala Desa yang berada di Kecamatan Bayuurip  Kabupaten Purworejo mengadakan musyawarah di ruang Desa banyuurip Kabupaten Purworejo Jawa Tengah.selasa ( 2/3/2021)

Saat d temui awak media Portalindonesia, ketua  polosoro Kecamatan Bayuurip Cahyo Saptono S.Si,menyampaikan,Bahwa terkaid harga gabah di wilayah Kecamatan Bayuurib ini di rasakan sangat rendah  dari pada tahun yang lalu,apa lagi kalau tahun ini  di nilai dengan analisa  pertanian, bahwa  petani sangat di rugikan dan mungkin tidak sesuai dengan biyaya oprasional juga biyaya produksi.

" Pastinya kalau untuk kehidupan para petani  saya yakin  minim sekali dengan harga gabah saat ini " ucapanya.

Lebih jauh di samapaikan Saptono,Bahwa kami yang di tuakan di tiap tiap Desa sangat butuh keadilan negara untuk mengatasi masalah harga gabah yang minim ini.

" Karna dengan harga gabah yang terpuruk ini perekonomian warga kususnya di wilayah Kecamatan Bayuurip, bahkan di tingkat Kabupaten Purworejo sangat minim sekali dan akan terpuruk" ucapnya lagi.

Harga saat ini satu kwintal gabah dengan harga Rp 300.000 sampai  330.000 Rupiah, ini kalau dari hasil analisa usaha petani misal satu iring sawah dengan perhitungam harga gabah sekarang bisa menghasilkan Rp 3.300.000 hasil semuanya, sementara biyayanya sekitar Rp 1.500.000, kalau misalnya ini buruh tani hanya menggarap bukan pemilik ini bisa mendapatkan hasil 1.700.000 , kalau sudah di kurangi dengan biyaya hanya bisa menghasilkan 200 ribu sampai 500 ribu dalam satu musim panem.

" Kalau di banding dengan tahun kemaren jauh sekali karena tahun kemaren bisa per 1kilonya bisa sampai haraga 4000/1 kg".

Sementara itu dari Dinas Pertanian Kabupaten Purworejo Tri Astuty Andayani,dari Kabib Pangan menyampaikan, terkaid harga padi turun,Bahwa Kami di sini sudah ada kegiatan indek jual misal harga turun tahan dulu di kelompok Gapoktan kalau missal harga pasaran sudah baik maka Padi akan di lepas atau di jual, bahwa  sudah ada lumbung lumbung yang sudah dapat bantuan dari Dinas  yang  dari APBD 1 maupun dari anggaran DAK  mestinya fungsinya seperti itu.

" Salah satunya selain untuk bencana  juga  tenden jual, jadi misal harga rendah seperti ini barang  bisa di simpan atau di serap di lumbung kalau sudah harga baik bisa keluarkan" pungkasnya.
Suroto Anto Saputro