Suryani Ungkap Tiga Resep Atasi Baperan

Diterbitkan oleh Saiful pada Kamis, 25 Maret 2021 17:29 WIB dengan kategori Batam Tanjungpinang dan sudah 688 kali ditampilkan

BATAM - Terlalu bawa perasaan (Baperan) tidak baik untuk kesehatan psikologis seseorang. Memikirkan apa yang dikatakan atau sikap orang tertentu secara berlebihan ternyata mampu mengakibatkan kita stress. Jika stres imunitas tubuh menurun terhadap serangan berbagai penyakit. 

Menyadari pentingnya mengatasi baperan ini Suryani daiyah, parenting enthusiast dan juga merupakan seorang politisi perempuan Kepri ini mengungkapkan cara mengatasinya dalam program Bincang Santuy pada Senin (21/03/2021) live IG @rajadachroni

"Baper ini adalah satu topik yang menarik dibahas dan baper bisa memberikan efek negatif kejiwaan seperti stress, mudah tersinggung dan kalau sudah begini akhirnya imunitas tubuh jadi menurun bisa kena Covid nanti," demikian kata Suryani membuka pandangannya tentang Baper saat menjadi narasumber dalam Bincang Santuy bersama Raja Dachroni melalui live streaming IG @rajadachroni.

Menurut Suryani sikap baper ini tidak hanya cenderung pada gender perempuan atau laki-laki meski diakuinya memang perempuan lebih cenderung menggunakan perasaannya ketika menghadapi suatu persoalan.

"Saya antara setuju dan nggak setuju ya kalau dikatakan perempuan lebih mudah baper, faktanya ketika saya di DPRD ada juga politisi pria yang langsung tersinggung dalam menyikapi suatu persoalan," terang Suryani yang pernah menjabat anggota DPRD Kepri di tahun 2004 hingga 2020 ini.

Dia mengungkapkan panjang lebar tentang Baperan ini di link berikut https://www.instagram.com/tv/CMtiKSnjXkS/?igshid=svcb562601qg

Terakhir, di program bincang santuy live IG bersama @rajadachroni dia mengungkapkan ada tiga resep untuk mengatasi baperan ini.

Pertama, memahami bahwa setiap manusia itu berbeda. Kedua, positive thinking atau berprasangka baik. Ketiga, bersikap cuek atas apa yang disampaikan orang lain terhadap kita.

"Saya sih kasih tiga aja untuk mengatasi sikap baperan, pertama selalu mengingat setiap orang berbeda karena dilatari oleh pendidikan keluarga, pendidikan, suku dan agama jadi setiap perkataan yang keluar tentu sangat tergantung dari latar tersebut. Kedua selalu berprasangka baik dan ketiga cuekin aja," tutup Suryani mengakhiri pembicaraannya.