GEMPA Desak Poldasu Usut Gudang Tak Berizin Pembuang Limbah di Tanjung Balai

Diterbitkan oleh Saiful pada Selasa, 4 Mei 2021 13:57 WIB dengan kategori Daerah dan sudah 127 kali ditampilkan

MEDAN - Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Sumatera Utara (GEMPA SUMUT) mendesak POLDASU untuk segera mengusut dugaan - dugaan Gudang maupun Perusahaan yang tidak memiliki izin, mendirikan bangunan diatas Daerah Aliran Sungai (DAS) dan membuang limbah sembarangan didaerah Kota Tanjungbalai Sumatera Utara. 

"Hal ini kami lakukan setelah memprihatinkan banyaknya Gudang maupun Perusahaan yang diduga tidak memiliki izin, mendirikan bangunan diatas DAS dan membuang limbahnya sembarangan sehingga bisa mencemarkan lingkungan bagi masyarakat terkhusus di Kota Tanjungbalai" Ujar F. Nasution, Ketua Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Sumatera Utara.

F. Nasution mengungkapkan dari beberapa dokumentasi, data dan laporan masyarakat banyaknya Gudang dan Perusahaan - Perusahaan yang berada di jalan besar Teluk Nibung Kota Tanjungbalai masih melanggar Undang - Undang Republik Indonesia No. 32 Tahun 2009 dan PERDA No. 8 Tahun 2004
dengan mendirikan bangunan diatas DAS dan membuang limbahnya sembarangan sehingga membuat warna air menjadi berminyak maupun kotor.

ia juga menjabarkan beberapa Gudang dan Perusahaan - Perusahaan yang dimaksud diantaranya:
1. Gudang SPR
2. KLM BERDIKARI 
3. SPBU ATONG
4. PT. MITRA LAUT BAHARI

Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Sumatera Utara menuntut, meminta dan mendesak POLDASU untuk segera turun langsung ke lapangan untuk meninjau  dugaan Gudang dan Perusahaan - Perusahaan yang telah melanggar Undang - Undang Republik Indonesia No. 32 Tahun 2009 dan PERDA No. 8 Tahun 2004. Mereka juga mendesak adanya tindakan serius seperti membongkar atau menutup gudang-gudang tersebut.


GEMPA Juga mendesak Syahbandar Kota Tanjungbalai untuk menindak dan tidak menutup mata atas dugaan pelanggaran Undang - Undang yang dilakukan oleh Gudang maupun Perusahaan - Perusahaan yang berada di jalan besar Teluk Nibung Kota Tanjungbalai 


"Selain itu kami jugaWakil Walikota Tanjungbalai untuk turun langsung ke lapangan dan mengevaluasi Gudang maupun Perusahaan yang diduga telah melanggar Undang - Undang Republik Indonesia No. 32 Tahun 2009 dan PERDA No. 8 Tahun 2004. kami juga meminta Dinas Lingkungan Hidup Kota Tanjungbalai untuk tidak menutup mata atas dugaan tersebut agar tidak terjadi pencemaran lingkungan berkepanjangan" ujar F. Nasution.

F. Nasution selaku Ketua Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Sumatera Utara juga menduga masih banyak Gudang yang memproduksi makanan didaerah Kota Tanjungbalai yang tidak memiliki standar BPOM.