Herman Hafid Sebut Akan Gelar Aksi di Rujab Gubernur Sulsel Jika Dua Oknum CAKEP Mantan Napi Dilantik

Diterbitkan oleh Admin pada Kamis, 3 Juni 2021 20:45 WIB dengan kategori Headline Makassar Pendidikan dan sudah 104 kali ditampilkan

MAKASSAR, -- Polemik CAKEP (Calon Kepala Sekolah) Diknas Makassar terus bergulir dan ditenggarai telah menyalahi Permendikbud Nomor 6 tahun 2018 Pasal 2 huruf (i) yang menyatakan bahwa mantan narapidana itu tidak dapat diangkat menjadi kepala sekolah.

Melalui Ketua Forum Orang Tua Murid Herman Hafid Nassa kepada terkininews.com. Kamis (03/6/2021) menegaskan bahwa semestinya Pemerintah Provinsi khususnya Dinas Pendidikan Sulsel harus mengacu kepada Permendikbud tersebut.

Akan tetapi menurutnya bahwa Dinas Pendidikan malah sibuk dan menjagokan dua oknum calon kepala sekolah (CAKEP) bahkan dimana salah satu calon berinisial IS bahkan telah diberi surat tugas sebagai Plt Kepala Sekolah di SMA Negeri 24 Tamalanrea

"Jadi kalau melihat kedua oknum tersebut pertama saya mengatakan bahwa pihak Diknas itu tidak pernah membaca undang - undang dan peraturan peraturannya khususnya di kementeri pendidikan dan kebudayaan karena calon kepala sekolah yang ada di Makassar khususnya Sulawesi Selatan" Kata Herman Hafid Nassa

Lanjut kata Herman Hafid Nassa bahwa di Makassar banyak yang memiliki CAKEP di setiap sekolah seperti di SMAN 8 ada 1 orang, SMAN.11, SMAN 17, SMAN 21 tentu memiliki stock untuk jadi CAKEP sehingga tidak perlu mengangkat kedua oknum guru yang telah bertentangan dengan Permendikbud. Terang Herman 

Ada tendensi terjadinya pelanggaran undang - undang transparansi bahwa kedua oknum CAKEP (Calon Kepala Sekolah) ini nanti pada tahun 2021 diduga diikutkan seleksi calon kepala sekolah secara diam-diam dan tidak dipublikasikan

"Jadi Selaku Forum Orang Tua Murid Makassar saya ikut prihatin dengan dunia pendidikan yang berhak menyoroti ataupun memberikan masukan kepada pemerintah yang akan tetapi jika tetap tidak didengarkan maka kami telah bersiap untuk menggelar aksi di Rujab Gubernur Sulsel. Tegas Herman.

Kami akan melakukan aksi jika pelantikan kedua Oknum tersebut tetap dipaksakan. Tandasnya.

Baca Sebelumnya : Menolak Lupa Kasus Pendidikan di Kota Makassar Kini Oknumnya Masuk Calon Kepsek

Pesan saya kepada khususnya Plt Gubernur, dan Kadis Pendidikan Sulsel bahwa mengangkat calon kepala sekolah itu harus betul - betul orang yang bermoral tidak pernah terlibat kasus hukum karena sudah jelas bahwa dalam seleksi kepala sekolah ada biodata yang diisi pertanyaannya 

"Apakah anda pernah dihukum ?" Namun nampaknya kedua oknum (Cakep) calon kepala sekolah tersebut menjawab pada kolom isian
"Tidak pernah di hukum" Itu salah satu juga pembohongan publik. Tutup Herman(*/)