Sepekan Tembus 1600 Kematian di Jateng, Mileanies24 Apresiasi Anies Fokus Selamatkan Warga DKI

Diterbitkan oleh Admin pada Jumat, 9 Juli 2021 15:16 WIB dengan kategori Headline Jakarta dan sudah 94 kali ditampilkan

JAKARTA, -- Data terakhir Covid 19 semakin menyeramkan, dalam sepekan terakhir, 4210 kasus kematian covid 19 dalam kurung waktu 2-8 Juli 2021. terkininews.com

Dari 4210 kasus kematian tersebut, 38,38% diantaranya terjadi di Jawa Tengah dengan total mencapai 1616 kasus kematian. Akan tetapi dari langkah-langkah yang dilakukan Gubernur DKI jakarta Anies Baswedan dapat mengantisipasi lonjakan kasus kematian covid 19 dan secara umum, mendapat apresiasi Mileanies24.

Menurut Ketua Umum Jaringan Nasional Mileanies 24 bahwa Anies Baswedan menunjukkan dirinya sebagai pemimpin yang antisipatif dan kolabroatif. Anies seungguhnya sudah membaca kemungkinan gelombang kedua Covid-19, sudah mengusulkan PPKM atau PSBB ke Pemerintah Pusat dan sudah mempersiapkan segala sesuatunya menghadapi gelombang kedua covid 19 ini. 

"Ketika 63 pasien meninggal karena kehabisan pasokan oksigen, Anies justru sudah membangun kolaborasi baik internal maupun dengan eksternal." Kata Muhammad Ramli Rahim. Jum'at (09/7/2021) terkininews.com

Lanjut Pemprov DKI Jakarta menyediakan posko Oxygen Rescue di Monas, Jakarta Pusat dan membuka kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memenuhi kebutuhan oksigen di Jakarta. Tidak hanya itu, Pemprov juga berupaya menjalin kolaborasi dengan pihak lain untuk bisa membantu penyediaan oksigen baik melalui penyediaan tabungnya maupun pengisian tabungnya. 

Dari sisi angka-angka, sangat terlihat hasil kerja Anies Baswedan dan pasukannya di DKI. Meskipun kasus positif covid 19 mencapai 72.348 kasus dalam sepekan namun kasus meninggal hanya 675 kasus atau case fatality rate hanya 0,93%, atau yang paling kecil dari 4 provinsi yang mengalami ledakan covid 19. Bandingkan dengan Jawa Barat di 0,95% lalu Jawa Timur yang mencapai 6,22% dan case fatality rate paling buruk terjadi di Jawa Tengah  yang mencapai 6,66%. Tambahnya

Jawa Tengah yang dipimpin Ganjar Pranowo terlihat sangat kewalahan menghadapi ledakan covid 19 ini. Tercatat ada 1616 kasus kematian dari hanya 24.267 kasus positif hanya dalam sepekan, artinya yang dirawat jauh lebih sedikit dari DKI Jakarta, namun yang tak bisa tertolong jauh lebih banyak 6,66% berbanding 0,93% 

Dari sisi vaksinasi, luar biasa kerja keras Pemprov DKI dibawah kepemimpinan Anies Baswedan,  hingga  9 Juli 2021 pukul 12.00, Vaksinasi tahap pertama di DKI  mencapai 5.374.717  jiwa, padahal DKI hanya memiliki 8.564.865 penduduk yang berusia 12 tahun ke atas. Bandingkan dengan Jawa Tengah dengan penduduk usia 12 tahun keatas mencapai 27.957.904 hingga saat ini baru melakukan vaksinasi terhadap 3.843.721. 

"Ini adalah bentuk kerja cerdas, sistematis, massif,  terukur, penuh kolaborasi dari seorang pemimpin terbaik." Papar Muhammad Ramli Rahim Ketua Umum Jaringan Nasional Mileanies 24 

Sementara itu Kata bang Komar "Dibawah Pemimpin Yang Baik, Anak Buah Bodoh Pun Ada Gunanya, Tapi Dibawah Pemimpin Bodoh, Pasukan Terbaik Pun Kocar Kacir" Inbuhnya

Pandemi memang menggiring kita pada situasi yang tak menentu. Dalam situasi tak menentu seperti ini, maka hanya ada satu kata kunci agar semua pihak dapat berbagi peran dalam menghadapi situasi genting yang memaksa yaitu kepemimpinan (leadership). 

Mengapa kepemimpinan? Why leadership matters? Saya tidak ingin berteori tentang kepemimpinan. Sudah begitu banyak bacaan membahas tema ini. Saya hanya ingin menyampaikan bahwa negara sebagai institusi yang memiliki keabsahan tunggal untuk memimpin warganya harus menunjukkan bahwa ia hadir, menampakkan diri, menjadi figur yang bisa diandalkan; figur kuat yang di pundaknya menjadi tumpuan segala asa dan harapan. Menjadi pemimpin yang kuat, modal dasarnya adalah legitimasi. Modal kedua adalah kekuatan visi. Modal ketiga adalah konsistensi menjalankan visi. 

Hanya pemimpin yang memiliki legitimasi kuat dengan visi yang jelas disertai kemampuan eksekusi yang hebat akan mampu membawa perubahan positif baik di masa normal maupun di masa krisis. 

"Silahkan anda menilai kualitas leadership dari para pemimpin kita hari ini, mulai dari eksekutif dan legislatif baik di level nasional maupun di daerah." Pintanya

Saya tidak bisa membayangkan apabila pandemi gelombang kedua menyerang luarJawa dan berbagai kota besar lainnya dengan kondisi paramedis dan tenaga kesehatan yang mulai kelelahan. Saya berharap dan berdoa, semoga pandemi ini cepat berlalu. Mari kita dukung segala upaya yang dilakukan pemerintah dalam mengatasi pandemi, sambil memberi masukan dan kritikan apabila dianggap perlu. Saling menyalahkan bukanlah solusi. Ia akan menjadi virus tambahan yang akan menggerogoti imunitas sosial kita sebagai sebuah bangsa; bangsa besar yang tengah bertaruh legitimasi untuk segera keluar dari krisis multidimensi yang sedang dihadapinya. 

Kerana itu Mileanies ingin memastikan Anies Baswedan terus berkonsentrasi memaksimalkan upaya menjalankan amanah konstitusi melindungi segenap bangsa Indonesia di DKI Jakarta. FOKUSLAH Menjadikan DKI Maju Kotanya, Bahagia Warganya. Urusan pilpres biar kami Miileanies 24 yang kerjakan (Tim/*)