Satgas TMMD Gerlang, Siap Bangun Kembali Rumah Korban Longsor  

Diterbitkan oleh Suroto pada Kamis, 16 September 2021 09:50 WIB dengan kategori Daerah Jawa Tengah dan sudah 64 kali ditampilkan

BATANG - JATENG

Satgas TMMD Reguler ke-112 Kodim 0736/Batang bersama warga dan anggota Karang Taruna Desa Gerlang siap membangun kembali rumah milik Margono warga Dukuh Kradenan, yang roboh tertimpa longsoran tebing beberapa waktu lalu.

Sebelumnya 5 RTLH telah selesai direhab dan kini Satgas TMMD berkonsentrasi untuk merehab 2 rumah warga lainnya.

Kepala Desa Gerlang, Sukowiyono mengatakan, khusus rumah milik Bapak Margono, selain dibantu melalui program TMMD, seluruh anggota Karang Taruna siap membantu pembiayaan rehab rumah tersebut.

“Itu untuk tambahan, karena kalau dibebankan semuanya kepada Pak Margono, tentu terlalu berat. Kami swadaya masyarakat, berbentuk tenaga atau materi,” ujarnya, saat ditemui, di Posko TMMD Desa Gerlang, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang, Rabu (15/9/2021).

Diperkirakan pembangunan kembali rumah tersebut memakan biaya sebesar Rp.60 juta. Hingga sekarang dana yang terkumpul dari swadana warga mencapai Rp15 juta.“Jika ditambah dari program TMMD Rp12,5 juta, sudah terkumpul 50%,” bebernya.

Ia mengharapkan, sinergi yang telah terbangun dengan anggota TNI, akan berjalan baik. Hingga waktu yang ditentukan yakni 14 Oktober, program dapat selesai dan hasilnya dapat dimanfaatkan warga setempat dengan baik.

“Semoga membawa berkah, tidak hanya bagi warga Desa Gerlang, tapi umumnya untuk masyarakat Kecamatan Blado,”harapnya.

Koordinator RTLH, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Batang, Budianto menyampaikan, saat ini sedang dilakukan survei di 2 rumah yang akan dilakukan rehab dalam program TMMD.

“Rumah itu roboh karena tertimpa longsoran tebing jalan bulan Januari lalu. Rencananya peletakan batu pertama akan dilakukan tanggal 20 September mendatang,” terangnya.

Dijelaskan, material untuk membangun sudah tiba, tenaga kerjanya dari Satgas TMMD bersama warga setempat.

“Ada dana Rp12,5 juta, dengan perincian Rp10 juta untuk material dan Rp2,5 juta untuk tenaga kerja. Tentu saja masih terdapat kekurangan biaya, untuk mengatasinya dapat dibantu dari swadana pemerintah desa dan warga setempat,” tandasnya. 

Pewarta : Suroto Anto Saputro