Selesaikan Etape-8, Taruna AAL Satlat KJK KRI Bima Suci Tiba di Ranai Natuna

Diterbitkan oleh Suroto pada Selasa, 28 September 2021 18:29 WIB dengan kategori Headline Nasional dan sudah 82 kali ditampilkan

NATUNA
Setelah menempuh pelayaran sejauh 1.620.22 NM dari Tarakan, Taruna Akademi  Angkatan Laut (AAL) Tingkat III Angkatan 68 yang tergabung dalam Satuan Latihan Kartika Jala Krida (KJK) tahun 2021 bersama KRI Bima Suci dalam misi 99 keliling Indonesia, menyelesaikan Etape ke- 8 dan tiba di Dermaga Faslabuh Ranai, Kepulauan Natuna, Selasa (28/9/2021).

Menurut Perwira Pelaksana Latihan Letkol Laut (P) Pungki Kurniawan, M.Tr.Opsla., mengatakan, kedatangan 89 Taruna AAL Satlat KJK yang sedang outbound di KRI Bima Suci, begitu masuk alur P. Setahi dikawal dengan KRI Diponegoro - 365 dan di iringi perahu nelayan (parade nelayan) yang di hiasi dengan umbul umbul berwarna warni sampai  dengan selat Lampa dermaga Faslabuh Ranai.

Setelah kapal merapat dermaga, Dansatgas KJK tahun 2021 yang sekaligus Komandan KRI Bima Suci letkol Laut (P) Waluyo, S.H., M.Tr.Hanla., didampingi Palaklat KJK 2021 dan perwakilan Taruna turun ke Dermaga Faslabuh Ranai untuk melaksanakan laporan kedatangan kepada Danlanal Ranai, Kolonel Laut (P) Dofir.

Kedatangan 89 Taruna AAL Satlat KJK 2021 di Etape ke-8 ini lanjut Palaklat, disambut tarian adat selamat datang, tarian sekapur sirih Melayu dan tradisi tepung tawar serta pengalungan selendang/pemakaian tajuk Melayu kepada Dansatgas KJK tahun 2021 oleh Bupati Natuna, Wan Siswandi, S.Sos., M.Si, Palaklat KJK tahun 2021 oleh  Wakil ketua 1 DPRD Natuna, Daeng Ganda Rahmatullah, S.H., dan Perwakilan Taruna oleh Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Ranai, Kolonel Laut (P) Dofir.

“Tarian sekapur sirih adalah salah satu tarian tradisional atau tarian klasik Riau (Melayu) dipersembahkan  untuk menyambut dan menghormati tamu Agung yang datang di Ranai. Sementara itu tradisi tepung tawar juga di persembahkan yang merupakan suatu upacara adat budaya Melayu Riau sebagai  peninggalan raja terdahulu,” terangnya.

Tradisi tepuk tepung tawar tambahnya, merupakan upacara adat sebagai bentuk persembahan syukur atas terkabulnya suatu keinginan atau usaha dan secara ritual tepuk tepung tawar bagi masyarakat Melayu Riau mempercayai sebagai penawar, segala yang berbisa, menolak segala yang menganiaya, menjauhkan segala yang menggila, mendinginkan segala yang menggoda dan  menepis segala yang berbahaya.

“Tepuk tepung tawar juga mengandung  makna segala restu, terhimpun segala doa, terpatri segala harapan serta tertuang segala kasih sayang,” paparnya.

Turut hadir dalam Penyambutan  Satlat KJK tahun 2021 Bupati Natuna, Wakil ketua 1 DPRD Natuna, Sekda Kabupaten Natuna, Danlanal Ranai, Palaksa Lanal Ranai, Dansatrad 212/Ranai, Dansatpomau RSA, Pasiops. Denhanud 477 Paskhas, Wakapolres Natuna, Kompol Ferri Aprizon, S.E., Wadanyon Komposit 1/GP, Mayor Arm Heri Sulistyanto, Kasdim 0318/Natuna, dan Danki Komposit Marinir Natuna.

Pewarta: Suroto Anto Saputro