Pemerintah Kabupaten Kendal Dorong Lapas Kelas II B Maksimalkan Pemanfaatan Lahan

Diterbitkan oleh Suroto pada Kamis, 7 Oktober 2021 14:55 WIB dengan kategori Daerah Jawa Tengah dan sudah 99 kali ditampilkan

KENDAL - JATENG

Pemerintah Kabupaten Kendal melalui Dinas Kelautan dan Perikanan bersama Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal terus mendorong pendampingan pemberdayaan masyarakat, baik kepada kelompok masyarakat maupun organisasi di Kabupaten Kendal. Seperti  meberikan pendampingan kepada Lembaga Pemasyarakatan Terbuka Kelas II B, dan Kelompok Tani Desa Bangunsari terkait dengan pemanfaatan lahan produktif, perternakan, dan perikanan.

Hal itu dituangkan dalam acara penandatanganan kerjasama dengan Lembaga Pemasyarakatan Terbuka Kelas II B Kendal Kelompok Tani Desa Bangunsari, Kamis (7/10/2021) bertempat di Lapas Terbuka Kendal di Desa Bangunsari, Kecamatan Patebon.

Hadir dalam acara itu,  Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kendal Hudi Sambodo, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal Ir. Tjipto Wahjono, Kalapas Kelas IIB Terbuka, serta Pengurus Kelompok Tani Desa Bagunsari.

Adapun penandatanganan yang dilakukan oleh Dinas Pertanian dan Pangan adalah tentang pendampingan teknis budidaya tanaman pertanian, produksi ternak, dan pakan ternak, dan  Dinas Kelautan dan Perikanan tentang pendampingan teknis budidaya perikanan. Sedangkan Kelompok Tani Desa Bangunsari tentang budidaya tanaman jagung untuk menopang ketahanan pangan tingkat nasional.

Dalam kesempatan itu, Kepala Lasa Terbuka Kelas II B Kendal, Rusdedy mengucapkan terima kasih kepada Kepala Dinas terkait yang telah mensuport kegiatannya terkait dengan aktifitas yang dilakukan  di Lapas Terbuka Kelas II B Kendal, sehingga kegiatan berjalan dengan baik.

"Kami juga melaporkan bahwa dalam masa pandemi, Lapas Terbuka tetap produktif dengan pertanian, perternakan dan perikanananya, bahkan  kami mengalami peningkatan, karena sudah terarah bagaimana membudidaya tanaman dan Perikanan dengan baik. Hal ini berkat dukungan dan bimbingan dari Dinas terkait," tambah Rusdedy.

Rusdedy berharap, program terpadu yang dimiliki oleh lapas terbuka ini dapat meningkat menjadi kegiatan yang terintegrasi antara pertenakan, perkebunan dan Perikanan, dengan harapan nantinya manfaat lapas terbuka dapat dirasakan oleh masyarakat.

Dalam sambutan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kendal, Hudi Sambodo mengatakan,  dengan adanya pendampingan dan pelatihan dari DKP diharapkan setelah ke luar dari sini bisa menjadi pengusaha yang bergerak dalam bidang perikanan, baik dalam budidaya maupun pengolahannya.

Menurut Hudi, warga binaan yang sudah keluar dari lapas juga menjadi tanggung jawab dari Pemerintah Kabupaten Kendal, sehingga pihaknya akan terus mendorong kegiatan pemberdayaan yang ada di Kabupaten Kendal. “Kami  dari DKP akan terus mendorong dengan melakukan pendampingan kepada masyarakat, termasuk pendampingan di Lapas Terbuka Kelas II B Kendal,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kendal Ir. Tjipto Wahjono menyampaikan, bahwa pertanian di lapas terbuka memberikan warna keindahan. "Saya berharap ke depan ini LP Terbuka benar-benar dapat membuat suasana yang menyejukan bagi setiap orang yang datang,” ujarnya.

Tjipto juga mengatakan, dengan memiliki lahan 107 hektar Lapas Terbuka Kelas IIB jika dikelola dengan baik pasti bisa menjadi tempat yang lebih indah, bahkan dapat menjadi tempat edukasi wisata di Kabupaten Kendal.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan mengungkapkan, pihaknya siap membantu sarana dan prasarana untuk pengelolaan lahan pertaniannya, termasuk traktor yang sudah dioperasikan mengolah pertanian di Lapas Terbuka Kelas IIB Kendal.

Dalam kesempatan itu Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Dinas Kelautan dan Perikanan bersama dengan Kalapas serta para Kelompok Tani meninjau hasil pengolahan hasil pertanian, peternakan dan perikanan di Lapas Terbuka Kelas II B Kendal.

 Suroto  Anto Saputro