Pemerintah Kabupaten Kendal Menggelar FGD TPID Tahun 2021

Diterbitkan oleh Suroto pada Selasa, 12 Oktober 2021 21:27 WIB dengan kategori Daerah Jawa Tengah dan sudah 491 kali ditampilkan

KENDAL - JATENG 

Pemerintah Kabupaten Kendal melalui Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam menggelar Forum Group Discussion Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Kendal Tahun 2021, Selasa (12/10/20 Forum Group Discussion 21) bertempat di Aula Hotel Sae Inn Kendal.

Kegiatan dengan tema "Penguatan Kelembagaan Tim Pengendalian Inflasi Darah dalam Menjaga Stabilitas Harga Pangan dan Inflasi di Kabupaten Kendal" dihadiri oleh Sekda Kendal H Moh Toha, S.T., M.Si mewakili Bupati Kendal Dico M Ganinduto B.Sc, Asisten Setda Kendal, Staf Ahli Bupati, dan menghadirkan 2 narasumber, yaitu dari Bank Indonesia Perwakilan Jawa Tengah Surjoko dan Kepala BPS Kabupaten Kendal Ummi Hastuti.

Kegiatan itu diikuti Badan Urusan Logistik (Bulog), Bank Indonesia Perwakilan Jawa Tengah, BPS, dan OPD terkait yang tergabung dalam TPID Kendal.

Kepala Bagian Perekonomian dan SDA, Muhammad Eko mengatakan, kegiatan sinergitas ini sebagai upaya saat terjadi gejolak terhadap harga komoditas bahan pokok penting segera dapat dikoordinasikan untuk dilakukan intervensi dengan melakukan operasi pasar.

"Misalnya pada musim paceklik ada kejadian kenaikan beras tinggi, kami bersama bulog bisa melakukan Operasi pasar, sehingga harga pokok penting itu bisa tetap terga dan stabil," terang Muhammad Eko.

Dalam sambutannya Sekda Kendal, Moh Toha mewakili Bupati Kendal menyampaikan, pihaknya sangat menyambut baik atas terlaksananya kegiatan FGD ini, diharapkan dapat semakin menguatkan kesolidan di antara anggota TPID serta stakeholders pendukung dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok, sekaligus memulihkan kondisi perekonomian yang tengah diterpa ujian di masa pandemi Covid-19 ini, yang mana mempengaruhi sendi-sendi ekonomi global, tidak terecuali berdampak juga dirasakan daerah Kabupaten Kendal.

Namun, menurut Sekda Kendal sangat disayangkan, kondisi perekonomian Kabupaten Kendal pada tahun 2020 mengalami kontraksi pada angka -1,53% sebagai dampak pandemi. Tidak sedikit pelaku industri kecil dan menengah yang telah terdampak. Untuk itu, Kabupaten Kendal terus melakukan pembenahan dengan berfokus pada industri dan pariwisata, serta penggerakan UMKM dan peningkatan investasi dalam memajukan perekonomiannya.

“Harapan dengan adanya pelaksanaan FGD pada hari ini dapat mendukung Pemerintah Kabupaten Kendal dalam memahami permasalahan, isu, serta solusi yang dapat diimplementasikan bersama untuk menguatkan dan mendorong ketahan pangan dan inflasi di Kabupaten Kendal,” tutur Sekda Kendal.

Sekda Moh Toha juga menyampaikan, agar laju pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga ini tidak minus lagi, maka daerah termasuk Kendal perlu melakukan berbagai antisipasi dan percepatan dalam memulihkan ekonomi pada masa adaptasi kebiasaan baru (AKB). 
Diakhir acara, kesimpulan dari kegiatan ini adalah inflasi tida perlu dihindari namun perlu adanya pengendalian kestabilan. Sinergitas antar lembaga ini menjadi penting, karena dengan kolaborasi yang baik akan lebih juga dalam mengatasi pengendalian harga.

Suroto Anto Saputro