Pria di Jambi Tewas Diterkam Harimau Saat Cari Sinyal Ponsel

Diterbitkan oleh Ipan pada Kamis, 14 Oktober 2021 09:14 WIB dengan kategori Nasional dan sudah 45 kali ditampilkan

JAMBI - Seorang pemuda di Desa Baru Air Batu, Renah Pembarab, Merangin, Jambi, tewas diterkam harimau. Pemuda berusia 19 tahun bernama Abu Bakar itu diterkam harimau saat mencari sinyal ponsel.


"Jadi korban ini awalnya sedang menuju bukit, nama bukit itu adalah Bukit Semenit, di situ lah warga saat sedang mencoba mencari sinyal handphone, saat sedang bersama teman-temannya tiba-tiba harimau langsung menerkam hingga korban tewas," kata Kapolsek Sungai Manau, Iptu Mulyono, saat dimintai konfirmasi, Kamis (14/10/2021).

Peristiwa itu terjadi pada Rabu (13/10) sekitar pukul 16.30 WIB. Harimau yang diduga berukuran besar itu menerkam dan menyeret tubuh korban.

Teman-teman korban yang melihat kejadian itu berteriak dan meminta pertolongan warga. Teriakan para teman korban itu kemudian didengar warga yang kemudian mencoba membantu korban.

"Warga sudah mencoba menolong, tapi harimau itu belum juga mau melepaskan gigitanya, lalu tak berapa lama kita datang, langsung kita coba halau harimau untuk jauh dari korban, setelah berhasil jasad korban kita amankan," ujarnya.

Polisi menduga harimau itu sama dengan harimau yang memangsa warga pendulang emas sebelumnya. Polisi menyebut lokasi kedua peristiwa itu saling berdekatan.

"Kalau lokasi tempat kejadian tewas pemuda ini tak jauh lah dari lokasi warga yang dulu di mangsa itu. Apalagi warga juga sering dengar suara harimau, dan tadi saya pun juga ikut mendengar saat akan memasang kamera trap," kata Mulyono.

Suara harimau kerap didengar warga secara jelas. Polisi meyakini harimau tersebut masih di sekitar lokasi.

Sebelumnya, seorang warga di Jambi bernama Sidin (33) bernasib nahas. Dia tewas diterkam harimau saat mendulang emas di sebuah hutan adat.

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (25/6) malam, tepatnya pukul 22.00 WIB. Saat itu, Sidin bersama teman-temannya sedang menjalankan aktivitas mendulang emas di sekitar hutan adat yang ada aliran sungainya.***(Detik.com)
(haf/haf)

 

Sumber