Pahami Kebijakan Pemerintah Atas Kenaikan BBM, Badko HMI Sulselbar Gelar FGD

Diterbitkan oleh Admin pada Rabu, 7 September 2022 12:17 WIB dengan kategori Headline Makassar dan sudah 850 kali ditampilkan

MAKASSAR, -- Badko HMI Sulselbar menggelar FGD Fokus Group Discussion bertemakan " Penyesuaian harga BBM" berlangsung  di Sandeq Ballroom Hotel Claro Jl. AP. Pettarani Kota Makassar.

Diketahui penyelenggaraan kegiatan Senin (5/9/2022) kemarin yang di inisiasi HMI Badko Sulselbar di moderatori Kabid Hukum dan HAM Badko HMI Sulselbar Sdr. Muh. Aswin.

FGD tersebut menghadirkan para Narasumber diantaranya : Kapolda Sulsel Irjen Pol Drs. Nana Sujana, MM., sebagai Keynote Speaker, Humas Petamina Region VII Laode, Kadinsos Kota Makassar  Aulia Arsyad , S.Stp, M.Si., Ketua Bidang V HIPMI Sulsel Iwan Patiroi, Akademisi
Prof. Marzuki Dea, PH.D., Ketua Umum Badko HMI Sulbar A. Ikram Rifqi.

Turut hadir dalam giat tersebut Elemen Ormas dan Organda, Elemen Mahasiswa, Perwakilan Ojek Online, Perwakilan Buruh, Perwakilan Nelayan, dan perwakilan  Masyarakat.

Salah satu tokoh Masyarakat Andi (48th) kepada awak media  mengatakan," Kami mengapresiasi kegiatan FGD yang diinisiasi  oleh  Badko HMI Sulselbar, dengan menghadirkan narasumber Pejabat Polri, dan Pemerintah serta Pertamina juga di hadiri oleh Mahasiswa  dan elemen Masyarakat.

Kegiatan ini merupakan bukti bahwa Masyarakat mulai cerdas dan mengerti akan kebijakan pemerintah serta tempat mencurahkan unek unek serta untuk mencari solusi tentang bagaimana menyingkapi kebijakan pemerintah khususnya kenaikan harga BBM.

Kami kurang setuju dengan kenaikan harga BBM karena akan berimbas kepada kenaikan harga lainnya,  akan tetapi jangan blokade jalan karena masyarakat yang tadinya simpatik malah menimbulkan masalah baru dan masyarakat merasa terganggu.

Intinya menyampaikan pendapat tidak harus turun ke jalan akan tetapi melalui forum seperti ini akan lebih penting untuk mendapatkan respon dari pemerintah tentang solusinya.

Unras penolakan kenaikan harga BBM dengan blokade jalan akan menjadi kritis kepercayaan dan menipis dukungan masyarakat kepada pengunjuk rasa." pungkasnya. (**/)