Kemiskinan: Apa itu kemiskinan dan penyebabnya?

Diterbitkan oleh Saiful pada Jumat, 17 Februari 2023 15:37 WIB dengan kategori Opini Suara Mahasiswa dan sudah 742 kali ditampilkan

Oleh: Faizal Rianto, S.AP., MM., MPP

OPINI - Secara umum, konsep kemiskinan dapat dibedakan ke dalam dua jenis yaitu kemiskinan absolut dan kemiskinan relatif. Kemiskinan absolut adalah kondisi ketidakmampuan seseorang untuk memenuhi kebutuhan pokok minimum seperti pangan, sandang, kesehatan, perumahan, dan pendidikan. Kebutuhan pokok minimum diterjemahkan sebagai ukuran finansial dalam bentuk uang. Nilai kebutuhan minimum kebutuhan dasar tersebut dikenal dengan istilah garis kemiskinan. Penduduk yang pendapatannya dibawah garis kemiskinan digolongkan sebagai penduduk miskin. Sementara itu, kemiskinan relatif adalah kondisi yang disebabkan oleh pengaruh kebijakan pembangunan yang belum mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat sehingga menyebabkan seseorang lebih miskin dibandingkan dengan orang lainnya. Kondisi ini terjadi apabila antarkelompok pendapatan menunjukkan fenomena ketimpangan (Kementerian PPN/BAPPENAS, 2018).

Untuk mengukur kemiskinan di Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS) menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar (basic needs approach) yang mengacu pada Handbook on Poverty and Inequality (Haughton dan Khandker, 2009). Dengan pendekatan ini, kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur dari sisi pengeluaran. Penduduk dikategorikan sebagai penduduk miskin jika memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan.

Lebih lanjut, kemiskinan selama ini sering dikonsepsikan dalam konteks ekonomi, yaitu, ketidakcukupan pendapatan dan aset untuk memenuhi berbagai kebutuhan dasar seperti pangan, pakaian, perumahan, pendidikan, dan kesehatan. Namun begitu, pengertian kemiskinan sebenarnya jauh lebih luas dari hanya sekedar penurunan pendapatan dan aset semata (Kementerian PPN/BAPPENAS, 2018). Sen (2009) berargumen bahwa kemiskinan tidak hanya cukup diukur dengan ukuran pendapatan saja, namun juga terkait dengan kemiskinan kapabilitas (capability poverty) dari individu.

Penyebab kemiskinan

Penyebab kemiskinan beragam dan berbeda antar daerah di Indonesia. Kemiskinan di Kawasan Timur Indonesia, misalnya, memiliki beberapa karakteristik terkait kemiskinan, yaitu: (1) kemampuan membaca dan menulis dari kepala keluarga rumah tangga miskin lebih rendah dibandingkan dengan rumah tangga tidak miskin; (2) tingkat pendidikan kepala keluarga yang diukur dengan ratarata lama sekolah lebih sedikit dibandingkan dengan rata-rata lama sekolah kepala keluarga rumah tangga tidak miskin; (3) rumah tangga miskin pada umumnya menggantungkan hidupnya pada kegiatan di sektor pertanian, dan kepala keluarga rumah tangga miskin pada umumnya berstatus sebagai pekerja informal; (4) akses rumah tangga miskin ke sumber air bersih lebih rendah bila dibandingkan dengan rumah tangga yang tidak miskin (Kementerian PPN/BAPPENAS, 2018).