Siti Fauziah Akui Manfaat JKN, dengan Aplikasi Mobile Semua Enteng

Diterbitkan oleh Admin pada Selasa, 26 Maret 2024 18:03 WIB dengan kategori Headline Kesehatan Makassar dan sudah 171 kali ditampilkan

MAKASSAR, - Salah seorang pasien warga Parapa Pakkabba, Galesong Utara, Kabupaten Takalar, sebut saja Siti Fauziah (25) mengakui merasakan manfaat besar dari Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), saat ibunya di diagnosis dengan kanker payudara, dimana beberapa bulan terakhir ia harus mengantarkan ibunya berobat rutin ke Rumah Sakit Primaya, pada Jumat (23/2) lalu.

“Sebelumnya saya pernah juga membawa ibu ke rumah sakit lain, tetapi di Rumah Sakit Primaya ini ternyata telah menerapkan sistem antrean online jadi pengurusan rujukannya lebih mudah. Hal ini membuat pasien tidak harus lagi mengantre lama dan repot mengurus administrasi secara manual,” terang Fauziah.

Fauziah dan ibunya adalah peserta JKN segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) tanggungan Pemerintah Kota Makassar.

“Kartu JKN saya ini yang bantuan pemerintah, jadi awalnya mendapatkan rujukan itu dari Puskesmas Aeng Towa, karena keluhan ibu saya tidak kunjung mereda setelah diobati beberapa lama akhirnya di berikan rujukan ke rumah sakit daerah dan diarahkan lagi pemeriksaan ke Rumah Sakit Primaya, dan hingga sekarang ini kurang lebih setahun bolak balik beribat disini,” jelas Fauziah.

Namun sejak empat bulan yang lalu, menjadi pengalaman Fauziah mulai menggunakan Aplikasi Mobile JKN setiap kali akan berobat. Dan sejak saat itu, ia merasakan banyak manfaatnya, seperti mempermudah proses pendaftaran.

“Melalui Aplikasi Mobile JKN, saya bisa mengakses antrean online ke rumah sakit yang dituju. Hal ini membuat kami tidak perlu mengantre lama di rumah sakit, karena bisa memangkas waktu tunggu pelayanan. Disini saya dapat memantau informasi kesehatan, seperti riwayat penyakit, obat-obatan yang dikonsumsi, dan jadwal kontrol rutin ke dokter, cukup melalui ponsel saja,” tutur Fauziah.

Selain itu, kini ia secara rutin dapat mengecek status keaktifan kepesertaannya, tanpa harus kekantor BPJS Kesehatan.

“Ternyata bisa juga digunakan pendaftaran autodebit bank, jadi dapat kemudahan dalam membayar iuran JKN, dan juga mengecek status keaktifannya melalui Aplikasi Mobile JKN. Pengalaman saya selama ini menunjukkan secara nyata bahwa aplikasi ini memberikan banyak manfaat. Membuat semua proses berobat menjadi lebih mudah, cepat, dan efisien,” ungkapnya.

Dampak positif lainnya dari Aplikasi Mobile JKN bagi Fauziah yaitu ia bisa menghemat waktu tunggu dan tenaga, mengurangi stres dan rasa khawatir tidak mendapatkan akses pelayanan kesehatan tepat waktu, mempermudah proses administrasi saat akan berobat.

“Di Mobile JKN saat akan mengakses rujukan sudah bisa secara online dan nomor antreannya langsung diperoleh, juga begitu akan rawat inap kita dapat mengecek ketersediaan tempat tidur yang tersedia di rumah sakit yang dituju,” lanjutnya.

Ia pun mengungkapkan dengan menggunakan Aplikasi Mobile JKN dapat meningkatkan akses terhadap layanan kesehatan dan menunjang kualitas hidup ibunya.

“Pesan saya agar masyarakat dapat segera memanfaatkan Aplikasi Mobile JKN ini. Karena menurut saya, aplikasi yang sangat bermanfaat bagi peserta JKN ketika diperlukan,” lanjutnya.

Fauziah menyerukan ajakan untuk masyarakat berdasarkan pengalaman baiknya selama ini menggunakan Aplikasi Mobile JKN. Ia adalah contoh nyata bagaimana BPJS Kesehatan bekerja dengan baik dan dapat membantu masyarakat memperoleh akses terhadap layanan kesehatan yang berkualitas.

“Oleh karena itu, mari kita bersama-sama memanfaatkan BPJS Kesehatan saat sakit dan gunakan berbagai aplikasinya, contohnya Aplikasi Mobile JKN untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang mudah, cepat dan optimal bagi seluruh rakyat Indonesia,” tutupnya. (Tim)