Pengaruh AI (Artificial Intelligence) Dalam Strategi Sumber Daya Manusia

Diterbitkan oleh Redaksi pada Ahad, 21 April 2024 19:59 WIB dengan kategori Opini Suara Mahasiswa dan sudah 149 kali ditampilkan

FADHIL HERYANTO
NIM : 21612080
STIE PEMBANGUNAN TANJUNGPINANG

 

Apa Itu Artificial Intelligence?

AI (artificial intelligence) adalah sebuah teknologi kecerdasan buatan yang meniru kecerdasan manusia dimana teknologi tersebut menekankan pengembangan intelijen mesin, pola berpikir dan bekerja seperti manusia. Misalnya, pengenalan suara, pemecahan masalah, pembelajaran, dan perencanaan. Bergantung pada tujuan bisnis, apakah itu merupakan satu himpunan bagian atau kombinasi dari banyak cabang, AI dapat digunakan untuk mencapai tujuan operasional tertentu. Menurut studi yang dilakukan oleh McKinsey pada tahun 2018 mengenai penggunaan artificial intelligence pada perusahaan, 48% perusahaan menggunakan setidaknya satu sistem artificial intelligence dalam proses bisnis mereka. Sedangkan, pada tahun 2017 terjadi sebaliknya, hanya 20% perusahaan yang menjadi responden mereka yang menggunakan bantuan artificial intelligence. Era awal pengenalan artificial intelligence sudah berlalu. Saat ini penggunaan AI dalam kehidupan sehari hari mulai menjadi hal yang lumrah, terlebih pada berbagai sektor dalam perusahaan, salah satunya adalah pengelolaan sumber daya manusia.

Berikut adalah beberapa cara AI (Artificial Intelligence) dapat berkontribusi dalam strategi SDM :

1. Pemilihan dan seleksi karyawan : 
Proses ini adalah salah satu aspek penting dalam pengelolaan SDM di perusahaan. Penggunaan kecerdasan buatan dalam proses pemilihan dan seleksi karyawan dapat membantu perusahaan untuk mencari kandidat yang sesuai dengan kebutuhan mereka dengan lebih cepat dan efektif. AI dapat membantu dalam proses pemilihan karyawan dengan menggunakan algoritma untuk memeriksa kemampuan, keterampilan, dan kompetensi kandidat. AI dapat dengan mudah melakukan analisis terhadap CV yang dikirimkan oleh kandidat dan melakukan cross-check mengenai apa yang ada pada resume kandidat tersebut.

2. Melakukan administrasi secara otomatis : 
AI dapat melakukan penjadwalan wawancara setelah seleksi yang dilakukan untuk mempercepat proses pemilihan dan seleksi karyawan. Mengalokasikan ruang kantor atau menyediakan peralatan yang tepat juga merupakan tugas yang tidak harus dilakukan secara manual oleh staf SDM tetapi dapat diambil alih oleh aplikasi yang sesuai.

3. Membantu sosialisasi kepada karyawan baru :
Berikut merupakan hal yang dapat dilakukan oleh AI dalam sosialisasi kepada karyawan baru :
a.    Memberitahu tentang profil pekerjaan, tugas, dan hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan tersebut.
b.    Menginfokan karyawan mengenai kontak perusahaan yang bersifat penting.
c.    Menyediakan layanan FAQ (Frequently Asked Question) yang dapat dengan mudah diakses oleh karyawan baru.

4. Pelatihan dan pengembangan : 
AI dapat membantu mengidentifikasi area yang membutuhkan pelatihan dan memberikan rekomendasi pelatihan yang spesifik kepada karyawan berdasarkan performa dan kebutuhan perusahaan. AI membantu pengembangan keterampilan karyawan melalui sistem pelatihan yang adaptif dan berdasarkan data.  Kumpulan data besar dengan informasi tentang profil dan keterampilan pekerjaan sebelumnya dijadikan basis untuk membuat e-learning berdasarkan platform AI, yang dimana platform tersebut berguna untuk memberikan saran pelatihan dan program pelatihan yang dirancang khusus untuk berbagai posisi pekerjaan. Dengan adanya platform ini juga dapat membantu karyawan untuk mengarahkan karir mereka selama bekerja dengan perusahaan tersebut.

5. Penilaian kinerja : 
AI dapat membantu dalam proses penilaian kinerja karyawan dengan menganalisis data kinerja dan mengidentifikasi tren dan pola yang dapat digunakan untuk membangun strategi pengembangan karyawan. Ai juga dapat membantu departemen sumber daya manusia untuk melihat dan mengidentifikasi karyawan yang mana saja yang harus mendapatkan kenaikan gaji dan siapa yang cenderung untuk mengundurkan diri. Teknologi AI yang berorientasi retensi memungkinkan tim sumber daya manusia mempersiapkan survei feedback yang dapat disesuaikan secara individual, sistem pemberian penghargaan, dan program pengakuan yang lebih jauh melibatkan karyawan. Dengan begitu kinerja karyawan dapat meningkat dan perusahaan dapat dengan mudah mencapai tujuan yang diinginkan.

6. Penghematan Biaya : 
Penggunaan AI dalam pengelolaan SDM juga dapat membantu perusahaan dalam menghemat biaya. AI dapat membantu mengidentifikasi proses yang tidak efisien dalam pengelolaan SDM dan memberikan rekomendasi untuk meningkatkan efisiensi. Dengan demikian, perusahaan dapat menghemat biaya yang seharusnya digunakan untuk menggaji atau memberikan insentif kepada karyawan.

7. Analisis Data : 
AI dapat membantu perusahaan dalam menganalisis data secara efektif dan cepat untuk memberikan wawasan yang lebih baik dalam pengembangan SDM. Dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber seperti absensi, produktivitas, dan kinerja karyawan, perusahaan dapat menggunakan algoritma AI untuk menganalisis data dan memberikan wawasan tentang trend atau pola yang muncul.

Kelebihan dan kekurangan AI Dalam Strategi SDM

Kelebihan AI dalam strategi sumber daya manusia (SDM) meliputi :

1. Meningkatkan produktivitas : AI dapat membantu meningkatkan produktivitas karyawan dengan membantu dalam berbagai tugas dan mempercepat proses. Sehingga faktor-faktor penghalang produksi pada perusahaan dapat diminimalkan dan berubah menjadi lebih baik.

2. Meningkatkan efisiensi : AI dapat membantu meningkatkan efisiensi dalam perusahaan dengan mengurangi kesalahan manusia dan memperbaiki sistem. 

3. Menambah income dan profit perusahaan :
AI dapat membantu untuk menambah serta meningkatkan pendapatan perusahaan. Ketika produktivitas meningkat dan sistem bekerja lebih baik, otomatis peningkatan produksi juga dapat terjadi lebih baik. Dengan demikian maka potensi keuntungan yang lebih besar juga dapat dicapai. Dimana hal ini pada akhirnya dapat memberikan income dan profit perusahaan yang lebih tinggi dari sebelumnya.

4. Penyelesaian masalah yang singkat : AI membantu penyelesaian banyak masalah teknis yang membutuhkan tenaga dan pikiran. Berbagai masalah yang membutuhkan penyelesaian logis dapat diberikan solusinya dengan cepat. Berkat teknologi AI, maka pengambilan keputusan dapat berjalan secara otomatis dan memberikan solusi maupun alternatif jalan keluar yang maksimal pada perusahaan.

5. Menghemat waktu :
Dengan AI maka secara tidak langsung perusahaan juga bisa menghemat lebih banyak waktu yang diperlukan. Terutama dalam hal produksi tentu saja berbeda dibandingkan menggunakan tenaga manusia. Berkat adanya kecanggihan teknologi yang diselipkan di dalam AI, secara otomatis waktu produksi yang ditempuh akan lebih cepat. Pekerjaan dan penyelesaian masalah juga otomatis berlangsung lebih cepat. Sehingga seluruh pekerjaan yang dilakukan di dalam perusahaan tidak hanya lebih sistematis, tetapi juga lebih efektif.

Kekurangan AI dalam strategi sumber daya manusia (SDM) meliputi :

1. Mengurangi lapangan pekerjaan :
Di satu sisi tentu saja menggunakan AI untuk sumber daya manusia artinya dapat mengurangi lapangan pekerjaan. Padahal belum tentu semua perusahaan siap dengan pekerja yang minim dan mengutamakan pekerjaan dengan menggunakan sistem kecerdasan buatan tersebut. Terutama jika diterapkan pada negara yang memiliki banyak penduduk. Tentu saja hal ini berpotensi mengakibatkan pengurangan kesejahteraan pada masyarakat secara luas. Sehingga bisa jadi banyak yang terdampak karena posisi yang tergantikan oleh sistem AI ini.

2. Ketergantungan pada data : AI memerlukan data yang akurat dan kompleks untuk membantu dalam proses pengambilan keputusan. Ada kalanya sistem yang telah disematkan pada AI bisa saja tidak maksimal akurasinya. Masih ada beberapa celah yang merupakan kesalahan dalam sistem program yang diterapkan. Maka dari itu menggunakan AI juga memiliki resiko kurangnya akurasi seperti yang diinginkan pada kebanyakan pemilik perusahaan. 

3. Kekurangan empati : AI tidak memiliki emosi sejati seperti empati, yang penting dalam interaksi manusiawi dan keputusan etis. Maka dari itu penerapan AI sendiri pada sumber daya manusia sebenarnya tidak dapat dilakukan sepenuhnya seratus persen. Akibat ada peran-peran penting yang memang tidak bisa digantikan oleh kecerdasan buatan. Misalnya dari sisi kepemimpinan, atau dari sisi memahami masalah dan melakukan pendekatan psikologis pada sesama karyawan. Jika menggunakan AI otomatis hal-hal seperti ini akan dilewatkan begitu saja. Sehingga seluruh keputusan bisa jadi bersifat logis.