Strategi Perencanaan dan pengelolaan SDM bagi perusahaan

Diterbitkan oleh Redaksi pada Selasa, 23 April 2024 17:23 WIB dengan kategori Opini Suara Mahasiswa dan sudah 125 kali ditampilkan

Raharani Putri 
STIE Pembangunan Tanjungpinang


Sumber daya manusia memiliki peranan yang sangat penting dalam perusahaan. Semakin baik kualitas sumber daya manusia yang dimiliki maka semakin tinggi daya saing perusahaan tersebut. Oleh sebab itu, perusahaan harus melakukan strategi perencanaan dan pengelolaan SDM bagi karyawannya yang dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi organisasi dalam mencapai tujuan perusahaan. Berikut ini ada enam hal yang harus diperhatikan dalam membangun strategi perencanaan dan pengelolaan SDM:
1.    Pelatihan dan Pengembangan
Perusahaan dapat memberi arahan karyawannya untuk mengikuti workshop dan seminar untuk menunjang kinerja. Pelatihan tersebut harus sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan karyawan untuk melaksakan pekerjaannya. Pelatihan  memberikan pengetahuan baru dan pengalaman bagi karyawan, Hal ini dibuktikan dengan bertambahnya kemampuan dan keterampilan yang dimiliki. Pelatihan dapat menjadikan karyawan lebih optimal dalam bekerja dan membuat kemampuan komunikasi karyawan  menjadi lebih baik, baik komunikasi antar karyawan dalam maupun komunikasi antara karyawan dengan pelanggan.


2.    Perencanaan dan Pengembangan Karier
Pengembangan karier yang ada diperusahaan harus diadakan secara terbuka dan bagi semua karyawan. Karyawan yang mau dan mampu untuk menjadikan dirinya lebih baik dalam bekerja serta ingin mendapatkan jenjang karir yang diinginkan maka perusahaan tidak menutup kemungkinan bagi karyawan tersebut untuk memiliki jabatan yang sesuai dengan bidangnya dan kemampuan yang dimilikinya. Semua karyawan harus mendapatkan kesempatan yang sama dalam mendapatkan jenjang karier yang ada. 


3.    Penilaian Kerja
Perusahaan memiliki program penilaian kinerja agar perusahaan dapat mengontrol karyawan dalam pelaksanaan tugas dan mampu mengurangi kecurangan yang terjadi di dalam sistem kerja perusahaan. Perusahaan selalu mendokumentasikan dan membuat arsip tentang penilaian kerja. Perusahaan menilai bagaimana kerja sama tim dan bagaimana menangani perbedaan yang terjadi dalam kegiatan operasional. Penilaian akan disampaikan kembali oleh manajer yang, sehingga karyawan dapat memberikan performa yang terbaik dan menguntungkan bagi perusahaan. Penilaian kinerja dilakukan sesuai dengan strategi dan tujuan perusahaan serta disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan yang dimiliki perusahaan. Perusahaan melaksanakan penilaian kerja secara rutin, teliti dan terprogram dengan baik dalam setiap periode.


4.    Kompensasi dan Balas Jasa
Komepensasi yang diberikan kepada karyawan telah dijelaskan pada kesepakatan kontrak kerja sejak awal. Kompensasi yang akan diberikan apabila karyawan melaksanakan pekerjaan melebihi jam kerja (lembur). Kompensasi dapat berbentuk uang atau perhatian perusahaan terhadap karyawannya. Perusahaan akan meningkatkan gaji karyawan sesuai dengan lama waktu karyawan tersebut sebagai penghargaan karena telah setia bergabung dan berdedikasi pada perusahaan dalam jangka waktu yang panjang. Hal inilah yang menjadikan motivasi bagi karyawan untuk meningkatkan kinerja agar mendapatkan promosi dan tetap bertahan di perusahaan.


5.    Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Perusahaan memiliki sistem komunikasi bahaya kerja yang disediakan untuk mendukung tercapainya kemananan dan keselamatan kerja bagi seluruh karyawan berupa alarm darurat yang dipasang di beberapa titik yang mudah dijangka. Komuniasi bahaya kerja menyangkut tentang keamanan bagi karyawan dan hal ini memberikan rasa nyaman pada karyawan dalam pelaksanaan pekerjaan dalam perusahaan. Perusahaan menyediakan fasilitas untuk mendukung kesehatan dan keselamatan kerja dengan menyediakan P3K sebagai alat pertolongan pertama apabila terjadi kecelakaan kerja. Perusahaan juga menyediakan tempat kerja yang aman dan sehat agar membatu memberikan rasa aman bagi karyawan, sehingga karyawan akan menjalankan kegiatannya dengan baik dan maksimal.


6.    Kepuasan Kerja Karyawan
Kepuasan kerja karyawan diukur untuk mengetahui seberapa besar karyawan merasa puas dalam melaksanakan pekerjaannya dan menilai bagaiamana perkembangan yang dialami atas kepuasan yang dirasakan oleh karyawan. Beberapa faktor kepuasan kinerja bagi karyawan yang berikan oleh perusahaan yaitu gaji, kompensasi, fasilitas, serikat kerja, lingkungan kerja, dan kebijakan perusahaan


Demikianlah enam strategi perencanaan dan pengelolaan SDM bagi perusahaan. Ketika strategi tersebut sudah dilakukan sesuai dengan kebutuhan, maka bisnis internal perusahaan sudah dianggap kuat. Ketika bisnis internal kuat maka persepsi pelanggan terhadap perusahaan pasti tinggi. Atas kondisi tersebut, maka dampak yang dirasa perusahaan, pada aspek finansial akan mengalami peningkatan.