Penerapan Strategi Sumber Daya Manusia untuk Meningkatkan Kinerja Karyawan di Era Digital

Diterbitkan oleh Redaksi pada Rabu, 24 April 2024 16:03 WIB dengan kategori Suara Mahasiswa dan sudah 209 kali ditampilkan

Nurmala Agustya

STIE Pembangunan, Tanjungpinang, Indonesia

Email : 1satriadi@stie-pembangunan.ac.id

ABSTRACT
This research examines HR strategies to improve employee performance in the digital era. Through systematic literature discussion, the author analyzes the basic concepts of HR strategy in the digital era, use digital technology in HR strategy, challenges in optimizing the use of digital technology, and strategies to overcome these obstacles. Key findings highlight the importance of HR conservation
strategy with advances in digital technology, integration of digital technology in HR management, role organizational culture in supporting technological innovation, and efforts to overcome technical barriers, organizational, and cultural in implementing digital HR strategies. Practical implications of this research is the need for organizations to face challenges and integrate digital technology into them HR strategies to improve employee performance and organizational competitiveness in the digital era.
Keywords: HR Strategy, Employee Performance, Digital Era, Digital Technology.

ABSTRAK

Penelitian ini mengkaji strategi SDM untuk meningkatkan kinerja karyawan di era digital. Melalui tinjauan literatur sistematis, penulis menganalisis konsep dasar strategi SDM di era digital, penggunaan teknologi digital dalam strategi SDM, tantangan dalam mengoptimalkan penggunaan teknologi digital, dan strategi untuk mengatasi hambatan tersebut. Temuan utama menyoroti pentingnya adaptasi HR strategies dengan kemajuan teknologi digital, integrasi teknologi digital dalam manajemen SDM, peran budaya organisasi dalam mendukung inovasi teknologi, dan upaya untuk mengatasi hambatan teknis, organisasional, dan budaya dalam implementasi strategi SDM digital. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah perlunya organisasi untuk menghadapi tantangan dan mengintegrasikan teknologi digital dalam strategi SDM untuk meningkatkan kinerja karyawan dan daya saing organisasi di era digital.
Kata Kunci: Strategi SDM, Kinerja Karyawan, Era Digital, Teknologi Digital.


Menurut (Maarif, 2020) suatu perusahaan dalam mejajaki pertumbuhan teknologi, pula turut bertanggung jawab selaku wadah untuk karyawannya guna bisa berkembang, serta bisa membiasakannya dengan era digital disaat ini sesuai dengan kompetensi yang diperlukan untuk menunjang perusahaan supaya bisa melakukan kegiatan usahanya. Dari segi sumber daya manusia di suatu perusahaan wajib melaksanakan investasi SDM serta mempersiapkan strategi SDM dengan tujuan supaya SDM yang dihasilkan memiliki mutu yang baik.
Untuk medukung adanya perubahan sistem digital maka suatu perusahaan perlu melakukan strategi SDM supaya dapat mengikuti perkembangan teknologi yang ada, karena adanya perbedaan generasi disetiap perusahaan. Kesuksesan suatu perusahaan sangat bergantung pada keberhasilan manajemen dalam menjalankan pekerjaannya. Tingkat keberhasilan tersebut dapat dilihat dari kinerja perusahaan dalam mengelola sumber daya manusia yang dimilikinya. Hal ini menuntut perusahaan tersebut untuk dapat memiliki sumber daya manusia yang berkualitas, karena sumber daya ini merupakan kekayaan asset yang tidak ternilai. Keberhasilan organisasi sangat dipengaruhi oleh kinerja individu karyawannya. 
Di era sekarang ini, peran teknologi digital menjadi penyebab utama dalam mengubah paradigma strategi pengelolaan sumber daya manusia (SDM). Perubahan digital telah mengubah lanskap bisnis secara mendasar, memaksa organisasi untuk menyesuaikan strategi SDM mereka agar tetap relevan dan efektif. Dalam pembahasan ini, kita akan mengeksplorasikan dampak teknologi digital terhadap strategi SDM dan pentingnya hal tersebut dalam meningkatkan kinerja karyawan di era digital.
Di era digital, strategi SDM memainkan peran penting dalam meningkatkan kinerja karyawan. Memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi disruptif dalam ekosistem SDM dapat berdampak signifikan terhadap keterlibatan dan pengalaman karyawan (Malik et al, 2022). Praktik SDM yang meningkatkan motivasi sangat penting dalam mengarahkan upaya karyawan menuju pencaoaian tujuan kerja dan meningkatkan kinerja secara keseluruhan (Khoreva & Wechtler, 2018). Teknologi SDM digital  seperti HRIS telah terbukti meningkatkan efesiensi, mengurangi tugas administratif, dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada karyawan (Jani et al., 2021).
Transformasi digital menawarkan fitur-fitur canggih untuk analisis karyawan, pengukuran kinerja, dan prediksi, yang mengarah pada peningkatan interaksi dan kolaborasi antara profesional HR dan karyawan. Desain ulang pekerjaan, jika diterapkan dengan mempertimbangkan keterlibatan karyawan dan kepuasan kerja, dapat meningkatkan kinerja karyawan secara signifikan. Praktik SDM mempengaruhi kinerja karyawan dengan meningkatkan kemampuan, motivasi,dan peluang mereka untuk bekerja secara efektif.
Berbagai alat digital dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan komunikasi dan keterlibatan karyawan dalam organisasi. Platform komunikasi digital seperti Microsoft Teams, Slack, dan Zoom menawarkan kemampuan komunikasi dan kolaborasi secara real-time, memungkinkan karyawan untuk bekerja sama secara lebih efektif di mana pun lokasi mereka. Sistem Manajemen Pembelajaran (LMS) seperti Coursera, Linkedln Learning, dan Udemy menyediakan akses ke beragam kursus dan sumber pelatihan, memfasilitasi pengembangan keterampilan dan pengetahuan baru di kalangan karyawan. Platform pembelajaran Kolaboratif yang didukung oleh AI memungkinkan berbagi pengetahuan dan pembelajaran kolaboratif di antara karyawan, sehingga menumbuhkan budaya perbaikan berkelanjutan. 
Tujuan utama dari tinjauan ini adalah untuk memahami seberapa efektif strategi SDM dapat di perkuat dan disesuaikan dengan perubahan yang disebabkan oleh teknologi digital. Dalam konteks ini, saya akan menyelidiki bagaimana organisasi dapat mengoptimalkan sumber daya manusianya melalui penerapan strategi yang sesuai dengan kebutuhan era digital. Kajian ini relavan karena memberikan wawasan berharga bagi pemangku kepentingan dalam merancang dan menerapkan strategi SDM yang tepat untuk meningkatkan kinerja karyawan di era digital yang terus berubah. Ditengah pesatnya kemajuan teknologi digital, organiasi di hadapkan pada berbagai tantangan terkait pengelolaan karyawan. Salah satunya adalah bagaimana memastikan strategi SDM yang diterapkan dapat mengakomodasi perubahan yang terjadi dalam cara kerja dan lingkungan kerja yang semakin digital.
Penelitian ini menawarkan kontribusi yang penting terhadap literatur manajemen SDM dengan menyajikan perspektif terkini tentang bagaimana teknologi digital mempengaruhi strategi SDM dan kinerja karyawan. Dengan mengamati inovasi dan pembaruan praktik manajemen SDM yang beradaptasi dengan era digital, penelitian ini memberikan wawasan berharga bagi pelaksana dan peneliti untuk menghadapi tantangan baru yang muncul dalam pengelolaan sumber daya manusia di era digital.


Strategi SDM adalah seperangkat proses dan aktivitas yang dilakukan bersama oleh manajer sumber daya manusia dan manajer lini untuk menyelesaikan masalah bisnis yang terkait dengan manusia (people-related business issues) (Soetjipto. dkk: 2002).
Strategi SDM merupakan nilai yang diciptakan oleh fungsi Manajemen SDM dan menentukan bagaimana pekerjaan yang dilakukan oleh manajer SDM bersama-sama dengan manajer lini yang lain menambah nilai terhadap bisnis yang dijalankan. Dengan demikian strategi SDM menentukan aktivitas SDM apa, pioritas apa yang diperlukan untuk mencapai nilai tersebut (Alwi: 2001).
Strategi SDM merupakan hasil keputusan kebijakan dan praktek yang berhubungan dengan strategi SDM (Bamberger dan Meshoulam: 2010).

Teknologi digital mempengaruhi aktivitas SDM. Strategi SDM baru diperlukan untuk mengisi keragaman, memungkinkan integrasi kehidupan kerja dan mempertahankan kumpulan bakat karyawan digital. Riset menunjukkan strategi SDM mempunyai kontribusi yang sangat besar pada kinerja organisasi untuk menarik dan mempertahankan jenis karyawan yang paling sesuai dengan kultur organisasi dan tujuan organisasi secara keseluruhan (Kaswan: 2012).

Strategi SDM berkaitan antara lain dengan pembentukan suatu budaya perusahaan yang tepat, perencanaan SDM, mengaudit SDM baik dari segi kuantitatif maupun kualitatif serta mencakup pula aktivitas SDM seperti pengadaan SDM, pelatihan dan pengembangan SDM dan penilaian SDM. Dalam meningkatkan kompetensi, perusahaan dapat menggunakan beberapa strategi SDM yakni : Buy, Build, Borrow, Bounce, Bind (Soetjipto dkk: 2002).

Dalam melakukan tinjauan literatur sistematis mengenai Sytategi SDM untuk Meningkatkan Kinerja Karyawan di Era Digital, disini saya mengakses database internasional sebagai referensi yang relevan. Kata kunci pencarian yang saya gunakan mencakup istilah seperti “Strategi SDM”, “Kinerja Karyawan”, Era Digital”, “Tekonologi Digital”. Artikel yang saya sharing harus memenuhi kriteria inklusi yang mencakup pada Strategi SDM dalam meningkatkan kinerja karyawan di era digital. Setelah itu data yang relevan akan diektraksi dan kemdian dianalisis untuk mendapatkan pemahaman topik yang komprehensif. Dengan pendekatan ini, saya yakin dapat menyajikan tinjauan literatur yang komprehensif dan berkualitas mengenai Strategi SDM di era digital yang dapat meningkatkan kinerja karyawan.

1. Konsep Dasar Strategi SDM di Era Digital
Definisi dan evolusi strategi SDM dalam konteks teknologi digital, dibidang tekonologi digital, evolusi strategi SDM menjadi semakin penting dalam penyesuaian organisasi dengan era digital. Teknologi digital memang mengubah operasional bisnis, termasuk fungsi manajemen sumber daya manusia (SDM) (Chapano et al., 2022). Peran SDM telah beralih dari operasional ke strategis, dari kualitatif ke kuantitatif, dan dari administratif ke konsultatif, dengan penekanan pada mitra dan tujuan bisnis jangka panjang (Jani et al., 2021). Teknologi digital SDM berperan penting dalam memfasilitasi transformasi ini (Jani et al., 2021).
Tujuan utama strategi SDM di era digital dan peran teknologi dala mencapainya. Di era digital ini, strategi SDM sangat penting untuk keberhasilan organisasi, dan teknologi berperan sebagai faktor kunci dalam mencapai tujuan. Penelitian (Chapano dkk. 2022) menekankan penerapan strategi SDM digital di seluruh rantai nilai SDM untuk mendukung tujuan bisnis, yang menunjukkan dampak teknologi digital terhadap fungsi SDM. Selain itu, (Saputra dkk. 2021) membahas penggunaan teknologi, seperti analisis talenta melalui data besar, untuk meningkatkan strategi bisnis dan mengelola risiko dalam lanskap talenta global. Hal ini menyoroti peran penting analisis data dalam menginformasikan keputusan SDM dalam meningkatkan praktik manajemen talenta. 
Kesimpulannya, strategi SDM di era digital sangat bergantung pada teknologi untuk mendorong kesuksesan organisasi. Dengan memanfaatkan strategi SDM digital, mengintegrasikan analisis bakat, meningkatkan keterampilan profesional SDM, dan menerapkan pengembangan kepemimpinan strategis, organisasi dapat memanfaatkan teknologi secara efektif untuk mencapai tujuan SDM dan meningkatkan kinerja secara keseluruhan.

2. Penggunaan Teknologi Digital dalam Strategi SDM
Penerapan teknologi digital dalam berbagai aspek pengelolaan SDM seperti rekrutmen, pelatihan, pengembangan dan evaluasi kinerja. Teknologi digital telah memberikan dampak siginifikan terhadap aspek manajemen SDM. Perusahaan semakin banyak memanfaatkan alat digital dalam manajemen SDM, dengan fokus pada rekrutmen (Chugunova & Danilov, 2022). Pengusaha semakin mengandalkan teknologi digital dalam proses rekrutmen dan seleksi, yang menunjukkan semakin pentingnya alat digital dalam rekrutmen. Teknologi digital juga berperan penting dalam meningkatkan upaya perekrutan dalam berbagai penelitian. Misalnya, penggunaan teknologi digital rekrutmen mata pelajaran secara signifikan meningkatkan rekrutmen sekaligus mengurangi beban staf studi (Wi, 2023). Secara keseluruhan, integrasi teknologi digital dalam manajemen SDM, khususnya dalam proses rekrutmen, telah merevolusi praktik tradisional. Mulai dari pemanfaatan AI untuk rekrutmen di perusahaan-perusahaan India hingga melibatkan orang lanjut usia dalam proses perancangan teknologi kesehatan digital, penerapan alat digital telah menunjukkan potensi besar dalam menyederhanakan fungsi SDM dan meningkatkan efesiensi secara ke seluruhan.
Jenis teknologi digital yang paling umum digunakan dalam strategi SDM, teknologi digital berdampak signifikan terhadap strategi SDM, dengan berbagai jenis alat digital yang umum digunakan dalam manajemen SDM. Penerapan strategi SDM digital ditemukan cukup diterapkan diseluruh rantai nilai SDM, yang menunjukkan trend yang berkembang menuju digitalisasi dalam manajemen SDM. 

KESIMPULAN 
Dalam menghadapi revolusi digital yang terus berlanjut, strategi manajemen sumber daya manusia (SDM) menjadi semakin penting bagi keberhasilan organisasi. Tinjauan penelitian ini telah memberikan wawasan mnedalam mengenai teknologi digital dalam membentuk strategi SDM di era digital. Dalam konteks ini terungkap bahwa evolusi strategi SDM menjadi semakin vital seiring berjalannya perubahan teknologi digital. Penerapan teknologi digital dalam berbagai aspek pengelolaan SDM, seperti rekrutmen, pelatihan, pengembangan, dan evaluasi kerja, telah menunjukkan dampak yang signifikan dalam meningkatkan efesiensi dan efektivitas organisasi. Namun demikian, tantangan dalam mengoptimalkan penggunaan teknologi digital juga dihadapi, antara lain hambatan teknis, organisasi dan budaya. Untuk mengatasi kendala tersebut diperlukan strategi yang holistik, antara lain pembentukkan budaya organisasi yang mendukung inovasi teknologi, pengembangan kompetensi SDM di era digital, dan manajemen perubahan yang efektif. 
Selain itu artikel ini juga menggaris bawahi pentingnya mengukur dan mengevaluasi kinerja karyawan di era digital. Penilaian kinerja yang tepat berperan penting dalam menentukan keberhasilan penerapan strategi SDM berbasis teknologi. Oleh karena itu, organisasi perlu mempertimbangkan metode evaluasi yang sesuai dengan lingkungan digital, yang mencakup aspek-aspek seperti kompetensi digital, budaya organisasi, dan keterlibatan karyawan.