Peranan Kepemimpinan Dalam Organisasi

Diterbitkan oleh Redaksi pada Senin, 29 April 2024 17:47 WIB dengan kategori Opini Suara Mahasiswa dan sudah 193 kali ditampilkan

Defis Ellmanda (19612119)

elmandadefis@gmail.com

 

Pemimpin dalam sebuah organisasi memiliki peranan penting dalam mengarahkan dan mempengaruhi para bawahannya. Tanpa adanya orang yang mengatur dan mengarahkan suatu organisasi, niscaya organisasi tersebut tidak dapat mencapai tujuannya sesuai dengan visi dan misinya. Oleh sebab itu, diperlukan figur seorang pemimpin untuk dapat mengelola dan mengatur organisasi untuk mencapai tujuan-tujuannya. Tapi, apakah semua orang sudah tahu apa saja peran seorang pemimpin dalam organisasi? Dan apakah semua orang bisa menjadi seorang pemimpin dalam sebuah organisasi?

Mari simak selengkapnya!

Pengertian Kepemimpinan !            

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian kepemimpinan adalah perihal pemimpin atau cara memimpin. Secara harfiah, kepemimpinan berasal dari kata dasar “pimpin” yang memiliki arti mengarahkan, membina, mengatur, menuntun, menunjukkan, atau memengaruhi;

Kepemimpinan adalah suatu upaya menggunakan pengaruh untuk memotivasi orang-orang guna pencapaian suatu tujuan. Dikutip dari Marcelene caroselli menyatakan bahwa kunci untuk kepemimpinan adalah “pengaruh” bukan “kekuasaan” selanjutnya ia mengatakan para pemimpin tahu bagaimana mempengaruhi orang-orang dan membujuk mereka untuk suatu tuntutan pekerjaan yang tinggi. kepemimpinan juga merupakan suatu pengaruh hubungan antara pimpinan dan pengikut (bawahan) yang bermaksud pada perubahan dan hasil nyata yang mencerminkan tujuan bersama. Merujuk pada konsep kepemimpinan di atas, yang dimaksud dengan kepemimpinan adalah aktivitas/kegiatan atasan dalam mempengaruhi dan menggerakkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi dengan aspek-aspek, (1) pimpinan yang memberikan, mengembangkan dan menyebarkan visi (visioner), (2) sebagai komunikator, (3) menjadi agen perubahan (change agent), (4) sebagai pelatih (coac) dan (5) dapat menganalisa pemanfaatan teknologi informasi.

Melansir dari buku Manajemen Sumber Daya Manusia milik Edy Sutrisno, setidaknya seorang pemimpin harus memiliki 3 aspek. Pertama, ia harus melibatkan orang lain, seperti pengikut, bawahan, atau anggota-anggota kelompok. Dengan adanya kesediaan dari mereka dalam menerima sebuah arahan tentu tujuan yang ada bisa dicapai.  Selanjutnya kepemimpinan harus mencakup distribusi kekuasaan yang tidak sama di antara pemimpin dan para anggota kelompok. Walau setiap anggota tetap memiliki kuasa di dalam organisasi, tetap kekuasaan dari pemimpin organisasi cenderung lebih tinggi.  Terakhir, kepemimpinan harus menggunakan kemampuan nya dalam menggunakan kekuasaan. Makanya para pemimpin haruslah memiliki kewajiban khusus dalam memilah etika ketika akan mengambil sebuah keputusan.

Lalu, apa yang dimaksud dengan kepemimpinan dalam organisasi ?

Kepemimpinan dalam organisasi adalah sebuah proses dimana seorang pemimpin memengaruhi dan memberikan contoh kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Pemimpin yang baik bukan dilihat dari seberapa banyak orang yang menjadi pengikutnya, bukan juga dilihat dari seberapa lama ia memimpin. Pemimpin yang baik dilihat dari seberapa banyak ia mampu menciptakan sosok pemimpin yang baru.

Kepemimpinan adalah proses yang berkelanjutan, dengan pencapaian satu tujuan menjadi awal dari tujuan baru. Seorang pemimpin dalam organisasi mempunyai tugas menarik kekuasaan dan pengaruh mereka dari sumber-sumber luar organisasi, dan kebanyakan kasus, telah diberikan beberapa kekuatan untuk melaksanakan tugas, dan memberikan penghargaan dan hukuman berdasarkan pada kinerja. Hadiah dapat mencakup pujian, manfaat nyata. Di sisi lain, pemimpin yang tidak memiliki wewenang untuk memberikan penghargaan dapat mencoba untuk membuatnya dengan memberikan pujian dan pujian dan membuat janji yang tidak bisa mereka lakukan.

Peran kepemimpinan dalam organisasi !

Kepemimpinan merupakan hal penting dalam suatu organisasi sebab kepemimpinan adalah salah satu kunci vital keberhasilan organisasi dapat tercapai. Semua keputusan, pergerakan dan laju pembangunan membutuhkan kepemimpinan. Alasan penting mengapa kepemimpinan penting adalah sebagai dasar untuk membangun tim yang kuat. Visi dan misi sebuah tim harus dicapai melalui kerja keras dan membutuhkan bimbingan dari orang yang memiliki kemampuan dalam mempimpin yang sangat kuat. Dengan kekuatan kepemimpinan yang baik dan kerja sama tim merupakan bentuk yang baik, untuk menyelesaikan setiap hambatan dan rintangan dapat dihadapi dengan mudah oleh tim. Makanya, sangat penting sekali fungsi kepemimpinan tersebut. Mari kita bahas satu per satu!

1. Decision Maker

Pertama, seorang pemimpin hadir untuk menjadi pengambil keputusan. Pengambilan keputusan jadi bagian terpenting dalam kepemimpinan, apalagi ketika pemimpin sedang melaksanakan fungsi perencanaan untuk keberlangsungan organisasi.

2. Sebagai guide dalam mencapai tujuan

Seorang pemimpin juga menjadi seseorang yang menuntun anggota organisasinya untuk tetap berada dalam jalur dan sesuai dengan tujuan. Ya! Kepemimpinan hadir untuk mencapai tujuan dengan tepat dan tentunya efisien. Dengan adanya seorang pemimpin, maka anggota bisa diarahkan, dan disatukan dengan satu pedoman.

3. Menghadirkan solusi

Acapkali sebuah organisasi memiliki dinamika yang tak jarang menimbulkan gesekan antara anggotanya. Tak jarang juga masalah hadir dari pihak eksternal. Seorang pemimpin hadir untuk menghadirkan sebuah solusi untuk mereka. Walaupun solusi datang bisa hadir dari sebuah musyawarah antar anggota, tapi kembali lagi decision maker tetap menjadi peran pemimpin.  Untuk itu, seorang pemimpin haruslah memiliki sudut pandang dan pengetahuan yang lebih luas dibanding anggotanya.

4. Memotivasi anggota lain

Anggota organisasi tak jarang juga merasakan demotivasi karena banyak lain hal. Seorang pemimpin seyogyanya bisa menjadi sosok yang membangkitkan itu semua. Karena kembali lagi, apabila anggota tidak memiliki hasrat untuk mencapai tujuan yang ada maka akan sulit tujuan bersama tercapai.

 

 

Bagaimana menjadi seorang pemimpin dalam organisasi?

Kepemimpinan menjadi salah satu faktor penting bagi keberhasilan sebuah organisasi. Untuk itu, ada beberapa sikap kepemimpinan dalam organisasi yang perlu diterapkan oleh seorang pemimpin, diantaranya:

  1. Menjalin kedekatan dengan anak buah Kepemimpinan dalam organisasi akan menjadi lebih efektif jika seorang pemimpin telah mendapat respek dari anak buah. Hal ini bisa dibangun dengan menjalin kedekatan dengan mereka, sehingga mereka akan percaya dan mau mengikuti arahan Anda.
  2. Memberikan semangat dan motivasi Kepemimpinan dalam organisasi bukan melulu soal pangkat dan jabatan, tetapi kepemimpinan adalah bagaimana seorang pemimpin dapat memberikan semangat dan motivasi, bahkan untuk setiap hal kecil dari pekerjaan yang anak buah Anda lakukan.
  3. Memberikan kepercayaan dan tanggung jawab. Kepemimpinan dalam organisasi adalah tentang kepercayaan. Berikan anak buah Anda kepercayaan dan tanggung jawab yang lebih dalam melakukan tugas mereka. Jika ada hal yang tidak sejalan, jangan langsung menghakimi. Berikanlah feedback agar ke depannya mereka tidak takut salah dalam mengambil sebuah keputusan.. Agar seseorang dapat menjadi pemimpin yang baik, tentunya akan dibutuhkan pengalaman panjang selama bertahun-tahun di dalam sebuah organisasi. Namun, hal tersebut bukan lagi menjadi masalah dengan adanya jasa pelatihan kepemimpinan (leadership training) dan konsultasi untuk pengembangan SDM dan organisasi dari Kubik Leadership.

Seorang pemimpin merupakan unsur penting dalam menjalankan kehidupan berorganisasi. Dalam sebuah organisasi peran kepemimpinan dibutuhkan dalam mengambil keputusan. Hal ini sebagai upaya untuk membangun demi tercapainya tujuan organisasi. Oleh karena itu kepemimpinan dalam organisasi sangat penting dilakukan dalam rangka mengarahkan seluruh bawahan untuk penyelesaian tugas yang berorientasi tujuan organisasi. Maka dari itu motivasi yang bersifat membangun bagi para bawahan diperlukan oleh seorang pemimpin sebagai wujud pengarahan terhadap individu agar lebih bisa diajak bekerjasama dalam pencapaian tujuan organisasi secara efektif.