Gubernur Ansar Terima Laporan Survei Tanah Jembatan Batam-Bintan, Optimis Proyek Segera Terwujud

Diterbitkan oleh Redaksi pada Selasa, 11 Februari 2025 09:47 WIB dengan kategori Bintan Tanjungpinang dan sudah 144 kali ditampilkan

ADVERTORIAL - Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kepulauan Riau (Kepri) secara resmi menyerahkan laporan hasil survei penyelidikan tanah untuk pembangunan Jembatan Batam-Bintan kepada Gubernur Kepri, Ansar Ahmad. Penyerahan berlangsung di Ruang Kerja Gubernur di Dompak, Tanjungpinang, yang juga dihadiri oleh Plt. Kepala Dinas PUPP Kepri, Rodi Yantari.

Survei ini, yang dilaksanakan oleh PT Java Offshore dengan dana APBN sebesar Rp68 miliar, dimulai pada 27 Mei 2024 dan selesai sesuai jadwal pada 11 Desember 2024. Sebanyak 19 titik borehole disurvei: 17 titik pada jembatan penghubung Batam-Tanjung Sauh dan 2 titik pada jembatan Tanjung Sauh-Bintan.

Kepala BPJN Kepri, Soendiarto, menyatakan bahwa survei menunjukkan perairan Tanjung Uban dan Batam memenuhi syarat untuk pembangunan jembatan, meskipun sempat menghadapi sejumlah tantangan teknis.

Gubernur Ansar Ahmad mengapresiasi selesainya survei ini dan menyebutkan bahwa hasilnya sangat penting untuk merevisi desain Jembatan Batam-Bintan. Pemerintah Provinsi Kepri telah menyiapkan dana Rp500 juta untuk menindaklanjuti tahap desain berdasarkan data survei tersebut.

Survei ini mencakup berbagai aspek teknis seperti survei topografi pesisir, bathymetry, pasang surut, arus dan gelombang, sub-bottom profiling, serta geoteknik offshore. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memenuhi kriteria kesiapan sebelum pembangunan dimulai.

Secara teknis, Jembatan 1 (Batam-Tanjung Sauh) akan memiliki panjang 2,2 km, dan Jembatan 2 (Tanjung Sauh-Bintan) sepanjang 5,3 km.

Gubernur Ansar menyampaikan optimismenya bahwa proyek ini akan mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat. Ia juga menekankan bahwa pembangunan Jembatan Batam-Bintan akan menjadi penggerak utama dalam transformasi ekonomi biru di Kepri, mempercepat konektivitas, mobilitas, dan pertumbuhan ekonomi kawasan.

Dengan selesainya survei ini, harapan untuk terwujudnya Jembatan Batam-Bintan kini semakin nyata bagi masyarakat Kepulauan Riau.