Gubernur Ansar Tegaskan Komitmen Kepri Terang’: Listrik untuk Seluruh Pulau

Diterbitkan oleh Redaksi pada Selasa, 18 Maret 2025 11:53 WIB dengan kategori Advertorial Tanjungpinang dan sudah 296 kali ditampilkan

ADVERTORIAL - Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad menegaskan bahwa program strategis Kepri Terang tetap menjadi prioritas utama untuk mendorong pemerataan akses listrik di seluruh wilayah provinsi. Dalam rapat koordinasi bersama PLN yang digelar di Gedung Daerah Tanjungpinang, Senin (17/3), Gubernur Ansar hadir bersama Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura.

Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Asisten Ekbang Pemprov Kepri Luki Zaiman, Kepala Dinas ESDM Kepri Darwin, serta jajaran PLN Batam seperti Dirut PLN Batam M. Irwansyah Putra, Direktur Operasi Dinda Alamsyah, dan Direktur Keuangan Pardamaian Matondang.

Dalam pemaparannya, Dirut PLN Batam M. Irwansyah Putra menyebutkan bahwa hingga Februari 2025, rasio desa berlistrik di Kepri telah mencapai 99,76%. Hanya tersisa satu desa, yakni Desa Lalang di Kabupaten Lingga, yang belum teraliri listrik PLN.

Desa Lalang telah masuk dalam daftar 419 desa yang ditargetkan untuk elektrifikasi hingga 2025. Dari total 298 pulau berpenghuni di Kepri, sebanyak 162 pulau sudah menikmati listrik PLN, sementara 136 lainnya masih bergantung pada listrik Pemda dan swadaya warga.

Pulau-pulau tersebut telah dipetakan dalam roadmap elektrifikasi 2024–2027, dengan target 63 pulau terlebih dahulu dan tambahan 40 pulau lainnya pada tahun 2027.

Kepala Dinas ESDM Kepri, Darwin, menyampaikan bahwa upaya elektrifikasi juga didorong melalui energi terbarukan. Tahun ini, 10 pulau mendapatkan PLTS komunal, dan pada tahun 2026 jumlah itu akan bertambah menjadi 24 pulau.

Untuk pulau-pulau kecil dengan jumlah warga di bawah 15 KK, akan digunakan sistem listrik tenaga surya individu SuperSun berbasis baterai.

Darwin juga mengungkapkan bahwa masih ada 40 pulau yang hanya menerima pasokan listrik selama 14 jam. Dari jumlah tersebut, 11 di antaranya adalah ibu kota kecamatan yang akan menjadi prioritas utama untuk mendapat layanan listrik 24 jam.

Gubernur Ansar menegaskan kembali pentingnya akses listrik sebagai fondasi kemajuan daerah.

“Listrik bukan hanya sekadar penerangan, tapi menjadi penopang utama pembangunan sektor ekonomi, pendidikan, hingga kesehatan masyarakat,” ucapnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara Pemprov Kepri dan PLN untuk mewujudkan visi elektrifikasi hingga ke wilayah terpencil.

“Kami akan terus mengawal progres Kepri Terang agar seluruh warga, termasuk di pulau-pulau kecil, bisa menikmati listrik PLN. Dengan begitu, kehidupan masyarakat akan jauh lebih produktif dan sejahtera,” tutup Gubernur.