Israel Hancurkan Pesawat Haji Yaman, Puluhan Jemaah Gagal Berangkat ke Mekkah

Diterbitkan oleh Redaksi pada Kamis, 29 Mei 2025 06:35 WIB dengan kategori Headline Internasional dan sudah 344 kali ditampilkan

INTERNASIONAL - TERKININEWS.COM - Sebuah serangan rudal dilancarkan oleh militer Israel ke arah pesawat milik Yemenia Airways yang sedang terparkir di landasan pacu Bandara Internasional Sanaa, Yaman, pada Rabu (28/5/2025). Pesawat tersebut dijadwalkan membawa puluhan jemaah haji ke Mekkah. Serangan ini menyebabkan asap hitam tebal membumbung dari badan pesawat, seperti terlihat dalam video yang diunggah Direktur Bandara Sanaa, Khaled al-Shaief, di media sosial X.

Menurut Yemenia Airways, insiden ini memaksa para jemaah haji untuk membatalkan keberangkatan dan kembali ke rumah masing-masing. Pesawat yang diserang disebut sebagai armada operasional terakhir milik maskapai tersebut.

Kelompok pemberontak Houthi menyebut bahwa bandara tersebut baru kembali beroperasi secara terbatas pada 17 Mei, setelah serangan sebelumnya dari Israel menghancurkan enam pesawat. Kini, bandara kembali lumpuh akibat serangan terbaru tersebut.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan bahwa jet tempur mereka menyerang target “teroris” Houthi di Bandara Sanaa, sehari setelah kelompok tersebut menembakkan dua proyektil ke wilayah Israel.

Konflik ini merupakan bagian dari eskalasi yang bermula sejak pecahnya perang antara Israel dan Hamas pada Oktober 2023. Houthi, yang merupakan sekutu Iran, telah melancarkan berbagai serangan terhadap kapal-kapal di Laut Merah dan Teluk Aden sejak November 2023, memicu intervensi militer oleh AS dan Inggris pada awal 2024.

Meskipun Amerika Serikat telah menyetujui gencatan senjata dengan Houthi awal Mei 2025, ketegangan masih terus meningkat. Israel bahkan mengancam akan menargetkan pimpinan Houthi setelah serangan terbaru kelompok tersebut terhadap Bandara Ben Gurion di Tel Aviv.

Utusan Khusus PBB, Hans Grundberg, mengingatkan bahwa konflik ini memperburuk kondisi kemanusiaan yang sudah kritis di Yaman dan mengancam stabilitas kawasan secara keseluruhan.