Flores Bukan Pulau Geothermal!, Ribuan Warga Ende Turun ke Jalan

Diterbitkan oleh Redaksi pada Sabtu, 7 Juni 2025 06:28 WIB dengan kategori Daerah dan sudah 598 kali ditampilkan

ENDE - TERKININEWS.COM - Ribuan warga Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), menggelar unjuk rasa besar-besaran pada Kamis (5/6/2025) untuk menolak pengembangan energi panas bumi (geothermal) di Pulau Flores. Aksi ini dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

Sekitar 2.000 orang memadati jalan utama Kota Ende, menggelar parade dari Jalan Eltari menuju kantor DPRD dan Bupati Ende. Didampingi rohaniwan Katolik, para demonstran membawa spanduk, berorasi, dan menyampaikan penolakan tegas terhadap proyek geothermal.

Mereka menilai pengeboran geothermal yang telah berlangsung sejak awal 2000-an telah menimbulkan kerusakan lingkungan, seperti pencemaran udara dan air, serta penurunan hasil pertanian warga, seperti kopi, cengkih, dan sayuran yang merupakan komoditas utama penopang ekonomi keluarga.

Romo Frederikus Wea Dopo, Vikep Ende, menyampaikan bahwa 78 persen warga Flores hidup sebagai petani dan sangat tergantung pada hutan, tanah, serta air. Pengeboran geothermal, menurutnya, telah mengancam kelangsungan hidup dan nilai budaya masyarakat setempat, karena budaya lokal sangat erat kaitannya dengan tanah dan alam.

Ia juga menyoroti konflik sosial dan kerusakan budaya yang muncul akibat aktivitas geothermal, serta mendesak pemerintah dan DPRD agar mencabut penetapan Flores sebagai “pulau geothermal.”

Selain merusak lingkungan, proyek ini dinilai berjalan tanpa sosialisasi atau pelibatan masyarakat. Warga menganggap keputusan pembangunan geothermal dilakukan sepihak oleh pemerintah pusat dan korporasi, tanpa persetujuan dari warga Flores sendiri.

Aksi ini menjadi peringatan bahwa masyarakat akan terus melakukan protes yang lebih besar jika permintaan mereka tidak dipenuhi, termasuk penghentian pengeboran dan pencabutan status Flores sebagai wilayah pengembangan geothermal.