Ketegangan Mereda: Thailand dan Kamboja Capai Kesepakatan Militer

Diterbitkan oleh Redaksi pada Senin, 9 Juni 2025 07:57 WIB dengan kategori Internasional dan sudah 526 kali ditampilkan

INTERNASIONAL - TERKININEWS.COM - Thailand dan Kamboja telah sepakat untuk menarik pasukan militer dari wilayah perbatasan yang dipersengketakan, menyusul insiden bentrokan yang menewaskan seorang tentara Kamboja pada akhir Mei lalu. Ketegangan militer antara kedua negara memang sudah terjadi secara sporadis sejak tahun 2008, dan telah merenggut setidaknya 28 nyawa.

Bentrokan terbaru terjadi pada 28 Mei di wilayah Segitiga Zamrud, yaitu kawasan pertemuan perbatasan antara Kamboja, Thailand, dan Laos.

Menanggapi insiden ini, kedua negara menggelar pertemuan pada Minggu (8 Juni) dan sepakat untuk melakukan reposisi pasukan guna meredakan ketegangan di daerah tersebut.

Perdana Menteri Thailand, Paetongtarn Shinawatra, menyatakan bahwa pembicaraan dengan pemerintah Kamboja menghasilkan “kesimpulan positif.” Melalui akun X, ia menyebut kedua pihak telah berkomitmen untuk menyesuaikan posisi militer di titik-titik rawan konflik guna meredam eskalasi.

Kementerian Pertahanan Kamboja membenarkan hasil pertemuan tersebut dan menambahkan bahwa kedua militer sepakat untuk menarik pasukan ke posisi yang lebih aman agar tidak terjadi konfrontasi lebih lanjut.

Mantan PM Kamboja, Hun Sen, juga menilai bahwa penyesuaian pasukan yang dilakukan dengan semangat saling pengertian sangat penting demi menghindari konflik besar.

Hubungan kedua negara kerap memanas akibat perbedaan pandangan soal garis batas sepanjang lebih dari 800 kilometer yang diwariskan dari era kolonial Prancis.

Terkait sengketa wilayah, PM Kamboja Hun Manet menyatakan pada 2 Juni lalu bahwa negaranya akan membawa masalah ini kembali ke Mahkamah Internasional (ICJ). Meski ICJ telah memutuskan pada 2013 bahwa wilayah sengketa itu merupakan milik Kamboja, Thailand tetap menolak keputusan tersebut dan tidak mengakui kewenangan ICJ dalam kasus ini.