Kemewahan Hotel Avara dan Gajahmada Menyimpan Derita Warga di Belakangnya

Diterbitkan oleh Redaksi pada Rabu, 16 Juli 2025 15:07 WIB dengan kategori Pontianak dan sudah 766 kali ditampilkan

PONTIANAK – TERKININEWS.COM – Di balik gemerlap dan kemewahan dua hotel ternama di jantung Kota Pontianak—Hotel Avara dan Hotel Gajahmada—tersimpan kisah getir warga RT 04 RW 10 Kelurahan Benua Melayu Darat yang harus hidup berdampingan dengan bau limbah menyengat dan kebisingan yang tak kunjung reda.

Keluhan ini disampaikan langsung oleh warga setempat yang telah bertahun-tahun hidup dalam ketidaknyamanan. Seorang warga yang ditemui wartawan pada Rabu (9/7/2025) mengungkapkan bahwa hampir setiap malam rumahnya terpapar bau menyengat yang berasal dari limbah Hotel Gajahmada.

“Limbah hotel sangat bau. Kalau mereka semprot serangga, kecoa bisa ratusan lari masuk ke rumah kami,” ujarnya dengan nada geram.

Masalah tidak berhenti di situ. Warga juga mengeluhkan bahwa saluran parit yang dulunya mengalir lancar kini tertutup oleh tembok pagar hotel. Akibatnya, air limbah rumah warga tak bisa mengalir dengan baik dan menyebabkan genangan serta banjir saat hujan turun.

Dari arah Hotel Avara, gangguan justru datang dari suara musik keras yang terdengar hingga tengah malam. “Kadang lewat jam 12 malam masih ribut. Kami jadi sulit tidur. Sudah beberapa kali kami coba tegur, tapi tidak digubris,” keluh warga lainnya.

Kekhawatiran warga semakin meningkat setelah insiden jatuhnya jendela hotel yang menghantam atap rumah warga. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa ini menimbulkan keresahan terkait keamanan struktur bangunan hotel yang berbatasan langsung dengan permukiman padat.

“Kami sudah sering mengadu, tapi tidak pernah ditanggapi. Seolah suara kami tidak penting,” ucap salah satu warga dengan nada kecewa.

Warga mendesak Pemerintah Kota Pontianak untuk segera turun tangan meninjau langsung dampak lingkungan dari aktivitas kedua hotel tersebut. Mereka juga meminta agar Pemkot memeriksa kelengkapan dokumen dan perizinan, termasuk Sertifikat Laik Fungsi (SLF) yang menjadi syarat utama operasional bangunan gedung.

“Kalau belum laik fungsi, kenapa bisa beroperasi? Pemerintah harus tegas,” tegas warga.

Tim TerkiniNews.com telah dua kali mencoba mengonfirmasi pihak manajemen Hotel Avara. Pada kunjungan Jumat (11/7), pihak resepsionis meminta wartawan kembali pada Senin (14/7) karena manajer tidak berada di tempat. Namun, saat dikunjungi kembali, pihak hotel kembali menyatakan bahwa manajer tidak bisa ditemui.

Hingga berita ini diturunkan, baik manajemen Hotel Avara maupun Hotel Gajahmada belum memberikan keterangan resmi.

Warga Menanti Tindakan Tegas Pemkot Pontianak

Kisruh antara warga dan dua hotel besar ini menjadi sinyal peringatan bagi pemerintah daerah untuk lebih serius dalam pengawasan perizinan serta dampak sosial dan lingkungan dari pembangunan komersial berskala besar. Jangan sampai pembangunan demi kemajuan kota justru menjadi sumber penderitaan bagi warganya sendiri.