Fakta Menarik: Banyak Jenderal Asli Banten, Gubernur Andra Soni Dukung Penuh Pembentukan Kodam Banten
TERKININEWS.COM - BANTEN - Gubernur Banten Andra Soni secara tegas mendukung pembentukan Kodam Banten sendiri, melihat potensi pertahanan dan banyaknya putra daerah yang berprestasi di TNI AD. Mengapa langkah ini penting?. Rabu. 24 September 2025
Gubernur Banten Andra Soni menyatakan dukungan penuh terhadap wacana pembentukan Komando Daerah Militer (Kodam) tersendiri di wilayah Banten. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat sektor pertahanan di Provinsi Banten secara signifikan. Langkah ini juga diharapkan dapat membuka lebih banyak kesempatan pengabdian bagi putra-putri asli daerah.
Pernyataan dukungan tersebut disampaikan Andra Soni di Serang pada hari Selasa, 23 September. Beliau mengemukakan bahwa Banten berpotensi memiliki Pangdam sendiri, tidak lagi menginduk kepada Kodam Siliwangi. Hal ini menandai langkah strategis untuk kemandirian pertahanan regional.
Dukungan ini muncul di tengah kebutuhan untuk mengantisipasi berbagai tantangan strategis di masa mendatang. Pembentukan Kodam Banten juga diyakini akan lebih mengoptimalkan peran TNI dalam menjaga stabilitas dan keamanan provinsi.
Andra Soni menyoroti banyaknya perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang berasal dari Banten dan kini menduduki posisi strategis. Keberadaan mereka menjadi bukti nyata akan potensi sumber daya manusia militer dari tanah Jawara. "Kita itu banyak tokoh asli Banten yang sekarang mempunyai posisi strategis di TNI AD," kata Andra Soni.
Beliau menambahkan, "Sehingga, dipastikan kita tidak kekurangan putra asli daerah." Beberapa nama yang disebut antara lain Kolonel Inf Catur Sutoyo sebagai Aspers Kasdam III/Siliwangi dan Mayjen TNI Kosasih yang menjabat Pangdam III/Siliwangi. Hal ini menunjukkan kapasitas kepemimpinan militer yang kuat dari Banten.
Dengan adanya Kodam sendiri, peluang bagi perwira asli Banten untuk berkontribusi langsung di tanah kelahirannya akan semakin besar. Ini tidak hanya memperkuat struktur pertahanan lokal tetapi juga memberikan kebanggaan bagi masyarakat Banten. Pembentukan Kodam Banten akan menjadi wadah baru bagi mereka.
Sinergisitas antara pemerintah daerah dan TNI dianggap krusial dalam menghadapi tantangan strategis yang kompleks. Gubernur Andra Soni menekankan pentingnya kerja sama ini untuk mengantisipasi berbagai isu keamanan. Salah satunya adalah keamanan kawasan Selat Sunda yang vital.
Selain itu, Banten merupakan jalur logistik nasional yang sangat penting, sehingga stabilitas dan keamanannya harus terjamin. Kehadiran Kodam Banten diharapkan dapat meningkatkan koordinasi dan respons cepat terhadap ancaman. Ini akan berdampak positif pada kelancaran arus logistik dan perekonomian.
Pernyataan ini disampaikan Andra Soni saat menerima kunjungan Komandan Grup 1 Kopassus Brigjen TNI Raden Nashrul Fathurrohman. Pertemuan tersebut berlangsung akrab, memperkuat hubungan baik antara pemerintah daerah dan TNI. Brigjen Nashrul sendiri merupakan putra asli Banten.
Komitmen Putra Daerah dalam Pengabdian
Brigjen TNI Raden Nashrul Fathurrohman, yang memiliki ayah dari Menes dan ibu dari Panimbang, Pandeglang, menegaskan komitmennya. Meskipun lahir di Bandung, masa kecilnya sempat dihabiskan di Pandeglang. "Orang tua saya keduanya asli dari Pandeglang, meskipun saya lahirnya di Bandung. Tapi masa kecil saya sempat dihabiskan di Pandeglang," ujarnya.
Ia melihat jabatannya bukan hanya sebagai bentuk pengabdian kepada negara, tetapi juga kepada tanah kelahirannya. Hal ini menunjukkan ikatan emosional yang kuat dengan Banten. Keberadaan perwira tinggi asli daerah seperti beliau menjadi aset berharga bagi provinsi.
Raden Nashrul juga menekankan pentingnya sinergisitas antara TNI dan pemerintah daerah dalam menjaga keamanan. Selain itu, kerja sama ini juga mendukung pembangunan di daerah. "Tentu Pemda adalah mitra strategis kami dalam menyukseskan berbagai program yang akan dijalankan," kata Raden Nashrul. Pungkasnya
(M. EPAN LEBAK BANTEN MELAPORKAN)

