Kapal Sumud Nusantara Wanda Hamidah Terancam Mafia di Portopalo Dalam Perjalanan Ke Gaza

Diterbitkan oleh Redaksi pada Senin, 29 September 2025 07:10 WIB dengan kategori Headline Internasional dan sudah 454 kali ditampilkan

GAZA - TERKININEWS.COM - Perjalanan aktivis sekaligus artis Wanda Hamidah menuju Gaza kembali menghadapi hambatan. Setelah sempat menemukan kapal pengganti dan melanjutkan perjalanan, kini kapten kapal Nusantara yang ditumpangi Wanda justru mengundurkan diri pada Sabtu (27/9/2025).

Kondisi ini membuat perjalanan kemanusiaan tersebut kembali tertunda. Kapal pun terpaksa menepi di Portopalo, Sisilia, Italia. “Doain ya ketemu kapten baru besok. Hampir 10 hari stranded here,” tulis Wanda lewat Instagram story.

Dalam unggahan video singkat, Wanda mengungkapkan kesulitan yang dialami timnya. Menurutnya, sejumlah kapten asal Tunisia yang pernah dibayar untuk mengantarkan mereka justru kabur. Ia menyebut hal itu terkait dengan praktik mafia setempat.

“Perlu diketahui bahwa Portopalo adalah pelabuhan yang amat sangat tidak aman. Hampir semua kapal mengalami pencurian barang-barang berharga seperti laptop, monitor, GPS, dll,” ungkap Wanda, Minggu (28/9/2025).

Tak hanya kehilangan perlengkapan, para aktivis yang bertahan di kapal juga mengalami intimidasi dari mafia lokal. Mereka disebut berupaya menduduki kapal yang tak bisa berlayar untuk kemudian dijual kembali.

Meski demikian, Wanda tetap berusaha mempertahankan kapal Sumud Nusantara yang dibeli melalui hasil patungan aktivis dari Malaysia, Indonesia, Maladewa, dan Pakistan. Saat ini, kapal sudah dipindahkan ke Pelabuhan Marzamemi yang dinilai lebih aman.

“Doakan kami berhasil berlayar mengarungi Laut Mediterania,” ujarnya. Wanda juga menambahkan bahwa mereka tengah menyeleksi kapten, co-captain, dan mekanik baru agar bisa segera melanjutkan misi kemanusiaan.

Sebagai informasi, Wanda sudah dua minggu berada di Sisilia setelah sebelumnya juga sempat tertahan dua minggu di Tunisia. Perjalanan ini merupakan bagian dari Global Sumud Flotilla, sebuah aksi kemanusiaan internasional berupa konvoi damai untuk menembus blokade Gaza melalui jalur laut.