PPP Pamer Inovasi: Ketua Umum Double Edition, Cocok Buat Koleksi
JAKARTA - TERKININEWS.COM - Muktamar X Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (27/9), seolah ingin membuktikan bahwa drama internal partai Ka'bah tak pernah basi. Baru hari pertama, sudah ada dua ketua umum "sah" yang saling klaim: Mardiono dan Agus Suparmanto.
Pimpinan Sidang, Amir Uskara, sempat dengan penuh percaya diri mengumumkan Mardiono sebagai ketua umum terpilih secara aklamasi. Katanya, 1.304 muktamirin sudah memberikan dukungan, dan palu pun diketok bak sinetron yang buru-buru tamat.
Namun, tidak semua peserta muktamar setuju dengan ending kilat ini. Muhamad Romahurmuziy alias Romy buru-buru membantah, menyebut pengumuman tersebut palsu, sepihak, dan—tentu saja—tak bertanggung jawab. Romy bahkan balik mengusung Agus Suparmanto sebagai ketua umum versi lain. Jadilah PPP punya ketua umum edisi ganda, seperti promo beli satu dapat dua.
Ironisnya, ini bukan tontonan baru. Sejarah dualisme PPP sudah seperti drama sinetron panjang dengan episode yang tak kunjung habis. Dari Surya Dharma Ali vs Romy, lalu Romy vs Djan Faridz, hingga kini Mardiono vs Agus. Seakan-akan PPP lebih piawai melahirkan ketua umum ganda daripada memenangkan pemilu.
Muktamar X PPP pun resmi berubah jadi panggung hiburan politik. Satu palu diketok, satu lagi dibantah. Jika dibiarkan, jangan-jangan ke depan PPP bisa punya “franchise” ketua umum versi A, B, bahkan Z—tergantung siapa yang paling cepat klaim panggung.
Publik pun cuma bisa geleng-geleng kepala: kapan PPP serius berpolitik, kalau internalnya masih sibuk main drama rebutan kursi?

