BPD Maraya Dituding Lalai, Jalan Desa Jadi Korban Kualitas Buruk

Diterbitkan oleh Redaksi pada Selasa, 30 September 2025 14:59 WIB dengan kategori Banten Daerah Lebak dan sudah 346 kali ditampilkan

BANTEN  - TERKININEWS.COM - Minimnya pengawasan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Maraya terhadap pembangunan desa kini menuai sorotan publik. Dugaan lemahnya fungsi BPD sebagai wakil masyarakat dan mitra pemerintah desa dinilai berpotensi menimbulkan berbagai persoalan, mulai dari pembangunan yang tidak sesuai rencana, kualitas yang buruk, hingga potensi penyimpangan anggaran.

Beberapa faktor penyebab lemahnya pengawasan BPD antara lain kapasitas sumber daya manusia yang terbatas, sarana pendukung yang minim, hingga kecilnya tunjangan yang diterima anggota BPD. Kondisi ini membuat fungsi pengawasan tidak berjalan optimal.

Akibat lemahnya pengawasan, sejumlah pembangunan di Desa Maraya, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, diduga tidak sesuai dengan rencana yang telah disepakati. Bahkan, pelaksana pembangunan terkesan mengabaikan kualitas pekerjaan, terutama pada proyek infrastruktur jalan lingkungan maupun jalan poros desa.

Kondisi ini memicu keresahan warga sekaligus sorotan publik. BPD Desa Maraya dengan inisial AC dituding tidak menjalankan tugas dan fungsinya secara maksimal. Warga pun mendesak Pemerintah Kabupaten Lebak segera turun tangan dengan melakukan audit menyeluruh terhadap pembangunan di Desa Maraya. Jika terbukti ada pelanggaran atau penyimpangan anggaran, masyarakat berharap pihak terkait memproses sesuai hukum yang berlaku.

Sanksi bagi anggota BPD yang terbukti melanggar aturan, termasuk menyalahgunakan wewenang, melakukan KKN, atau melanggar sumpah jabatan, dapat berupa pemberhentian dari jabatannya melalui musyawarah BPD dan ditetapkan oleh Bupati/Wali Kota.

Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, BPD Desa Maraya berinisial AC memberikan jawaban singkat, “Mangga kukumaha ogeh, abdi mah jalema bodo, teu ngartos pisan. Masarakat ogé aya nu pro jeung kontra. Abdi ayeuna keur di rumah sakit, teu tiasa fokus kana hal éta.”

Artinya, “Silakan mau bagaimana pun, saya ini orang bodoh, tidak memahami persoalan itu. Masyarakat pun ada yang pro dan kontra. Kebetulan saya sedang dirawat di rumah sakit, jadi tidak bisa fokus ke masalah ini.”

(Tim Biro Lebak)