Rakernas IWO 2025: Film "Suamiku Lukaku" Jadi Sorotan Dalam Upaya Pemberdayaan Perempuan

Diterbitkan oleh Redaksi pada Jumat, 24 Oktober 2025 07:27 WIB dengan kategori Jakarta Nasional dan sudah 284 kali ditampilkan

JAKARTA - TERKININEWS.COM - Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Ikatan Wartawan Online (IWO) 2025 di Grand Cemara Hotel, Jakarta Pusat, menjadi momentum penting dengan diperkenalkannya film "Suamiku Lukaku" oleh Sinemart Pictures.Rabu (22/10/2025).

Film ini diharapkan menjadi katalis gerakan nasional melawan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan mempromosikan pemberdayaan perempuan.
 
Disutradarai oleh Sharad Sharan, "Suamiku Lukaku" menampilkan aktor dan aktris terkemuka seperti Ayu Azhari, Acha Septriasa, Baim Wong, Raline Shah, dan Mathias Muchus. Film ini membawa pesan kuat bahwa tidak ada perempuan yang boleh dibungkam atau terperangkap dalam kekerasan.
 
Dalam diskusi bertema "Peran Wartawan Online Menolak KDRT di Indonesia" pada pembukaan Rakernas IWO 2025, Sharad Sharan menekankan bahwa film ini adalah ajakan untuk perubahan kolektif. Dijadwalkan rilis pada Maret 2026, film ini diharapkan dapat menjangkau berbagai lapisan masyarakat dan menjadi pemicu perubahan positif.
 
Data Komnas Perempuan 2023 mencatat lebih dari 339.000 kasus kekerasan terhadap perempuan, yang sebagian besar terjadi di lingkungan rumah tangga. Angka ini diperkirakan lebih tinggi karena banyak korban memilih diam akibat stigma dan ketakutan.
 
Perwakilan Women Crisis Centre (WCC), [nama], menekankan pentingnya dukungan bagi penyintas KDRT, termasuk peningkatan kesadaran masyarakat, penyediaan rumah aman, dan advokasi berkelanjutan.
 
Peserta Rakernas IWO menyatakan dukungan penuh terhadap perjuangan melawan KDRT dan pemberdayaan perempuan. Mereka menyadari peran penting media dalam membentuk opini publik dan menginspirasi tindakan kolektif.
 
"Suamiku Lukaku" diharapkan dapat meningkatkan kesadaran tentang KDRT, mendorong korban untuk mencari bantuan, dan menginspirasi pembuat kebijakan untuk memperkuat perlindungan hukum bagi korban. Film ini bukan hanya hiburan, tetapi juga seruan untuk bertindak.
 
Diskusi setelah preview film menghadirkan Siti Husna Lebby Amin dari Women Crisis Center dan Roostien Ilyas, Majelis Kehormatan PP IWO dan penasihat Komnas Perlindungan Anak. (Sholeh).