Bangunan SDN 14 Pontianak Disulap Jadi Museum Kota: Menjaga Napas Sejarah di Tengah Modernitas
PONTIANAK - TERKININEWS.COM - Di tengah hiruk pikuk Kota Pontianak yang terus tumbuh modern, berdiri sebuah bangunan tua di Jalan Tamar. Catnya mulai pudar, jendelanya berukir khas Belanda, dan setiap ruangnya menyimpan kisah panjang perjalanan pendidikan di masa kolonial. Bangunan itu adalah SD Negeri 14 Pontianak Kota, yang sebentar lagi akan bertransformasi menjadi Museum Kota Pontianak.
Rencana besar ini diungkapkan langsung oleh Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, sebagai upaya pemerintah untuk melestarikan nilai sejarah dan warisan arsitektur kolonial yang masih tersisa di jantung kota.
“Sudah kita programkan pembangunan Museum Kota Pontianak di SD 14. Karena bangunannya bernilai sejarah, kita revitalisasi tanpa mengubah bentuk aslinya. Fungsinya saja yang berubah, dari sekolah menjadi museum,” ujar Edi dengan nada optimis.
Langkah ini tak hanya soal merawat bangunan tua, tetapi juga tentang menghidupkan kembali memori kolektif masyarakat Pontianak. Bangunan SDN 14 yang dulu menjadi tempat belajar generasi demi generasi, kini disiapkan menjadi ruang pengetahuan tentang sejarah kota itu sendiri — dari masa Kesultanan, kolonial Belanda, hingga Pontianak modern.
Dari Sekolah Bersejarah ke Ruang Edukasi Baru
SDN 14 Pontianak dikenal sebagai salah satu sekolah tertua di kota ini. Banyak warga yang memiliki kenangan mendalam terhadap gedung tersebut — dari guru yang dulu mengajar, hingga anak-anak yang berlari di halaman setiap pagi.
Namun, waktu berjalan dan perubahan tak bisa dielakkan. Pemerintah memandang bahwa bangunan yang sudah berusia puluhan tahun ini lebih layak dilestarikan sebagai cagar budaya daripada difungsikan sebagai sekolah aktif.
“Sekolahnya nanti akan diregruping ke sekolah sekitar. Sarana dan prasarananya akan kita tingkatkan agar proses belajar tetap berjalan baik,” jelas Edi.
Pemindahan ini direncanakan berjalan bertahap. Sementara itu, tim teknis dari Dinas PUPR dan Dinas Pendidikan akan melakukan kajian struktural agar revitalisasi bangunan tetap mempertahankan bentuk dan material aslinya, seperti dinding bata tebal dan jendela besar bergaya kolonial.
Museum Sebagai Wajah Baru Kota Pontianak
Museum Kota Pontianak nantinya akan menjadi pusat informasi sejarah dan kebudayaan lokal, lengkap dengan arsip, foto, dan benda bersejarah dari berbagai era. Pemerintah juga menyiapkan konsep ruang interaktif dengan teknologi digital agar museum ini lebih menarik bagi generasi muda.
“Kami ingin anak-anak Pontianak belajar sejarah kotanya sendiri, tidak hanya dari buku. Mereka bisa datang ke museum, melihat bukti sejarah, dan memahami akar budayanya,” ungkap Edi.
Tak hanya menjadi ruang edukasi, museum ini diharapkan menjadi daya tarik wisata heritage baru di Pontianak, bersanding dengan destinasi lain seperti Keraton Kadariah dan Tugu Khatulistiwa.
Langkah ini juga sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk menata kawasan pusat kota menjadi zona sejarah dan budaya, di mana bangunan-bangunan bersejarah tak lagi terabaikan oleh pembangunan modern.
Menjaga Kenangan, Menyapa Masa Depan
Di antara tembok dan pilar tua SDN 14, masih tercium aroma nostalgia — papan tulis, meja kayu, dan lantai tegel kuno yang mengingatkan pada masa lalu. Namun, tak lama lagi, ruangan itu akan bercerita dengan cara berbeda: melalui diorama, arsip foto, dan koleksi artefak sejarah.
Pontianak sedang bersiap menyambut babak baru. Sebuah kota yang terus tumbuh, namun tidak lupa pada akar sejarahnya. Dan di Jalan Tamar, SDN 14 akan tetap hidup — bukan lagi sebagai sekolah, melainkan sebagai penjaga memori kolektif Kota Pontianak./kzn

