Diduga Lalai Tangani Pasien, Puskesmas Leuwidamar Didesak Bertanggung Jawab atas Kematian Ibu Rumah Tangga

Diterbitkan oleh Redaksi pada Kamis, 30 Oktober 2025 16:32 WIB dengan kategori Banten Lebak dan sudah 188 kali ditampilkan

LEBAK - TERKININEWS.COM - Kasus dugaan kelalaian medis kembali mencuat di Kabupaten Lebak. Seorang ibu rumah tangga bernama Riah, warga Kampung Cimaung RT 004 RW 003, Desa Cibungur, Kecamatan Leuwidamar, meninggal dunia usai menjalani perawatan di Puskesmas Leuwidamar, Kamis (30/10/2025).

Pihak keluarga menilai kematian almarhumah bukan disebabkan oleh penyakit semata, melainkan akibat kelalaian dan penanganan yang lamban dari pihak Puskesmas.

Menurut keterangan suami korban, Herman, istrinya dibawa ke Puskesmas karena mengalami sakit lambung dan membutuhkan perawatan intensif. Namun setelah dirawat selama satu hari satu malam, kondisi korban tidak menunjukkan perbaikan berarti.

“Kami sudah meminta agar dirujuk ke rumah sakit karena kondisi istri semakin lemah, tapi pihak Puskesmas bilang belum urgen,” ujar Herman dengan nada kecewa.

Karena tak kunjung mendapat tindakan lanjut, keluarga akhirnya memutuskan membawa pasien ke rumah sakit secara mandiri. Namun, pihak Puskesmas disebut tidak memberikan surat rujukan yang dibutuhkan.

Lebih ironis lagi, meski ambulans Puskesmas terlihat terparkir di halaman, keluarga mengaku tidak diizinkan menggunakannya. Akhirnya, mereka harus meminjam ambulans milik Desa Wantisari agar bisa segera membawa korban ke rumah sakit.

Sayangnya, kondisi Riah semakin memburuk dan nyawanya tidak tertolong dalam perjalanan.

Keluarga korban kini merasa kecewa dan menilai peristiwa tersebut sebagai bentuk kelalaian yang berakibat fatal.

“Kami minta pihak Puskesmas bertanggung jawab secara hukum. Ini bukan musibah biasa, tapi kelalaian yang menyebabkan nyawa melayang. Kami tidak ingin kasus seperti ini terulang lagi,” tegas salah satu anggota keluarga kepada wartawan.

Keluarga juga mendesak Pemerintah Kabupaten Lebak dan Dinas Kesehatan untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelayanan di Puskesmas Leuwidamar.

“Kasus seperti ini bukan kali pertama terjadi di sini. Sudah banyak warga mengeluh soal pelayanan yang lamban dan tidak tanggap,” kata seorang warga setempat.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Puskesmas Leuwidamar belum memberikan klarifikasi resmi terkait tudingan kelalaian dan permintaan pertanggungjawaban hukum dari keluarga korban.

Warga berharap kasus ini dapat menjadi peringatan bagi seluruh tenaga kesehatan agar lebih mengutamakan kemanusiaan di atas prosedur administratif.

(Kaperwil Banten: M. Epan)