Istri Kyai Ponpes di Lampung Diduga Aniaya dan Ancam Mantan Santrinya

Diterbitkan oleh Redaksi pada Selasa, 4 November 2025 20:13 WIB dengan kategori Daerah Hukum Hukum Dan Kriminal Lampung dan sudah 418 kali ditampilkan

LAMPUNG - TERKININEWS.COM  - Seorang Istri Kiyai pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) MQ An-Nur di Kecamatan Way Jepara, Lampung Timur, Lampung diduga melakukan penganiayaan serta ancaman terhadap mantan santrinya sendiri.

Akibat penganiayaan itu, Korban mendapat luka lebam serta tekanan mental lantaran hal tersebut. Lantas korban mengadukan kejadian itu pihak Kepolisian setempat.

Peristiwa penganiayaan berawal saat Kiyai S bersama istrinya Nyai K pemilik Ponpes mendatangi tempat kerja R (20) di sebuah toko sayuran di Jl Ir Sutami, Desa Sribhawono, Kecamatan Bandar Sribhawono, Lampung Timur pada Rabu (29/10/2025) malam.

Pengasuh Ponpes tersebut mendatangi R diduga hendak meminta penjelasan terkait misteri hubungannya dengan sang Kiyai S. Karena kurang mendapat respon, Nyai K meluapkan emosi terhadap R dilokasi itu.

R mengaku bahwa sebelumnya dirinya adalah santri di Ponpes MQ An-Nur selama 4 tahun. Lantas pamit keluar karena berkeinginan untuk bekerja dan baru sekitar 1 Minggu bekerja sebagai pelayan toko sayuran tersebut.

"Rambut saya di jambak dan tarik sama Bu Nyai, serta dengan teriakan ancaman agar aku tidak boleh terlihat lagi di sekitar Lampung Timur" ungkap R, merasa ketakutan dan trauma paska kejadian itu.

Paska kejadian itu, menurut rekan bekerja di Toko sayuran tersebut, R terlihat sering menangis, berdiam diri dan pernah berucap hendak mengakhiri hidupnya. Atas inisiatif pemilik Toko tersebut R kemudian di ajak untuk mengadukan kejadian itu di atas ke Kepolisian setempat.

Saat ini korban masih dalam pemeriksaan pihak kepolisian dan telah menjalankan visum untuk melengkapi berkas laporan dugaan penganiayaan tersebut.

Sementara saat hendak di konfirmasi langsung ke pihak pengasuh Ponpes MQ An-Nur, Kiyai S dan Nyai K tak bisa ditemui. 2 Santri perempuan mengatakan bahwa Pak Kiyai tidak ada, mereka membenarkan bahwa R pernah menjadi santri di Ponpes tersebut selama 4 Tahun lebih dan kini telah memutuskan keluar.

"Pak Kiyai tidak ada, beliau berpesan agara jika ada tamu yang datang agar kami saja yang menemuinya" jelas Fatonah, Santri perempuan Senin (3/11/2025) sore.