Menteri Bahlil Laporkan Listrik Desa, Lifting Minyak hingga Target Kedaulatan Energi ke Presiden

Diterbitkan oleh Redaksi pada Selasa, 4 November 2025 07:10 WIB dengan kategori Jakarta Nasional Prabowo dan sudah 337 kali ditampilkan

JAKARTA - TERKININEWS.COM - Presiden Prabowo Subianto menerima laporan langsung dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (03/11/2025). Dalam pertemuan tersebut, Bahlil menyampaikan perkembangan terbaru berbagai agenda strategis sektor energi nasional, mulai dari percepatan listrik desa, capaian lifting minyak, hingga langkah menuju kedaulatan energi.

Bahlil menerangkan, dirinya baru saja selesai melakukan kunjungan kerja ke sejumlah wilayah termasuk Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara dan beberapa daerah lain. Salah satu yang menjadi fokus utama tinjauan lapangan ialah progres pembangunan listrik desa.

“Kami melapor kepada Presiden, karena beberapa hari ini melakukan kunjungan di beberapa daerah, khususnya terkait realisasi program listrik desa,” jelas Bahlil.

Ia menyampaikan bahwa Presiden Prabowo ingin target elektrifikasi seluruh desa dan dusun di Indonesia rampung paling lambat 2029–2030.

“Sesuai arahan Presiden, 5.700 desa dan 4.400 dusun harus selesai semuanya,” ujarnya.

Tak hanya soal elektrifikasi, Bahlil juga menyampaikan kabar positif sektor hulu migas. Per November 2025, produksi minyak harian Indonesia telah melampaui target APBN 2025 yakni 605.000 barel per hari.

Selain itu, pendapatan negara bukan pajak (PNBP) energi juga menunjukkan tren kuat, dimana dari target Rp260 triliun tahun ini, sudah terealisasi sekitar 74–75 persen.

Bahlil optimistis Indonesia semakin dekat dengan kedaulatan energi. Ia menyebut tahun 2026 Indonesia tidak lagi memerlukan impor solar, terlebih dengan akan beroperasinya RDMP Kilang Balikpapan.

“RDMP Balikpapan insyaallah diresmikan 10 November ini. Kalau kita dorong B50, kita bisa surplus dan bahkan bisa ekspor solar,” ujar Bahlil.

Ia menegaskan seluruh agenda ini merupakan pelaksanaan dari perintah langsung Presiden.

“Semua ini mandat Presiden, dan harus kita tuntaskan,” tutupnya.